Home BDTV Dediyanto : Cukup Helmi Hasan yang Jadi Korban, Masyarakat Jangan

Dediyanto : Cukup Helmi Hasan yang Jadi Korban, Masyarakat Jangan

BencoolenTimes.com, – Ketua Tim V Pembimbing Partai PAN Bengkulu Dediyanto mengapresiasi proses Swab Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu yang menyatakan Walikota Bengkulu Helmi Hasan positif terpapar Covid-19. Meskipun saat Helmi Hasan
tes Swab pembanding di RS. Mayapada dan RS. Pelni Jakarta hasilnya bertentangan yang mana Helmi Hasan dinyatakan negatif Covid-19.

“Dua Rumah Sakit itu berdasarkan rujukan detikhelth masuk dalam rujukan Covid-19 yang dua-duanya menyatakan pak Helmi Hasan negatif Covid-19,” kata Dediyanto saat diwawancarai, Kamis (3/9/2020).

Disini Dediyanto mempertanyakan ada problem apa sebenarnya sehingga hasil tersebut bisa berbeda.

“Pak Wali mengimbau semua masyarakat untuk tetap tenang, tidak perlu kita marah atau ngomel. Cuma kami mewakili beliau (Helmi) ingin menegaskan bahwa proses seperti ini tidak boleh terjadi, cukuplah korbannya Helmi Hasan, masyarakat Bengkulu tidak boleh mengalami hal yang sama,” ungkap Dediyanto.

Karena, sambung Dediyanto, justifikasi seseorang positif Covid-19 itu tidak main-main, harus ada isolasi mandiri dan akan ada konsekwensi secara sosial, ekonomi dan lain-lain.

“Nah disini kenapa kami menegaskan ada problem, yang kami inginkan adalah introfeksi dari Dinkes Provinsi kenapa ini bisa beda. Tidak boleh bahasanya karena pemeriksaannya di tempat berbeda hasilnya berbeda, bahaya. Golongan darah orang kalau di Bengkulu O di Jakarta juga O, kalau di Bengkulu O tiba-tiba A, itu ada problem,” terang Dediyanto.

Dediyanto meminta hal ini yang harus ditelusuri, agar penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu dapat berjalan dengan baik. Dediyanto menyatakan terkait adanya kabar bahwa Rumah Sakit yang melakukan tes pembanding Helmi Hasan hasil swab-nya diragukan, menurutnya hal itu bukanlah penyelesaian yang baik tapi justru memunculkan persoalan baru lagi.

“Mestinya yang dilakukan mereka (Dinkes Provinsi) silahkan berkomunikasi dengan RS. Mayapada dan Pelni yang sama-sama dibawah naungan Kementrian Kesehatan. Kami dapat datanya valid pak Helmi Hasan negatif Covid-19. Saya sebagai saksinya, setiap kami akan berinteraksi dengan pejabat Jakarta, pimpinan Partai Politik karena pak Helmi mau maju Pilgub, kami terlebihdahulu di rapid tes, di swab, itu harus dan menjadi menu wajib. Ketika saya menemani saya juga mengalami rapid dan mengalami swab hasilnya negatif. Nah di Bengkulu hasilnya positif,” beber Dediyanto.

Dediyanto menyampaikan satu hal yakni dampak dari justifikasi Helmi Hasan positif Covid-19, ketika Helmi berkunjung ke Dirjen ESDM saat itu hampir di lockdown ESDM, tapi kemudian dilakukan swab, 10 orang ESDM sampelnya negatif Covid-19.

“Orang ESDM swab waktu pak Wali sudah di justifikasi positif dan hasilnya mereka (orang ESDM) negatif Covid-19. Ada banyak sekali whatsApp yang masuk ke saya dan di media center Helmi Hasan yang menyatakan kalau begitu bagaimana nasib kami kalau kami akan melakukan tes Swab,” ucap Dediyanto.

Dediyanto kembali menegaskan, ini dalam rangka mendukung penanganan Covid-19 di Bengkulu yang baik bukan dalam rangka yang lain hanya itu.

“Cukuplah Helmi Hasan yang jadi korban dan ini seharusnya dijadikan rujukan untuk introfeksi untuk menemukan dimana masalahnya. Bukan kemudian ngelak, kemudian ngeles, ini serius. Tapi bagi pak Helmi Hasan ya sudahlah kita maafkan saja, tapi ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Dediyanto. (PP).