13.2 C
New York
Tuesday, October 6, 2026

Buy now

spot_img

Densus 88 Antiteror Polri Mengajak Perkuat Sikap Wasathiyah

spot_img

BencoolenTimes.com – Densus 88 Antiteror Polri mengajak seluruh elemen masyarakat di Provinsi Bengkulu untuk memperkuat sikap Wasathiyah atau moderasi beragama sebagai salah satu upaya mencegah berkembangnya paham radikalisme dan ekstremisme.

Densus 88 Antiteror Polri menyampaikan ajakan tersebut dalam kegiatan Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah bertema ‘Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat’ yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Densus 88 Antiteror Polri Wilayah Bengkulu, Kombes Pol I Wayan Bayuna mengatakan, program Wasathiyah menjadi ruang penting untuk membangun dialog terbuka di tengah masyarakat dengan tetap mengedepankan sikap saling menghargai.

Baca Juga  Dukung Kesejahteraan Warga, Pemprov Bengkulu dan TNI Matangkan Karya Bakti Skala Besar

‘’Dengan adanya program wasathiyah, kita bisa berdialog dan berdiskusi untuk menyampaikan apa yang ada di hati kita tanpa menyakiti. Mari kita mewujudkan Bengkulu yang beragama, damai, menjunjung tinggi nilai Pancasila, dan menjaga keutuhan NKRI,’’ ungkap I Wayan.

Menurut I Wayan, penguatan nilai moderasi dan dialog menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, juga menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah radikalisme.

Baca Juga  Bulan Bakti Peternakan ke-190, Pemprov Bengkulu Dorong Peternak Lebih Modern dan Berdaya Saing

Khairil menyampaikan, Bengkulu selama ini menjunjung tinggi nilai kebangsaan, keberagaman, dan toleransi. Namun, potensi penyebaran paham radikal dan ekstremisme tetap perlu diwaspadai karena dapat berkembang secara halus dan sistematis.

Khairil menegaskan, upaya pencegahan radikalisme tidak dapat hanya mengandalkan aparat keamanan, termasuk TNI, Polri, maupun Densus 88 Polri.

‘’Penanganan ancaman radikalisme tidak bisa hanya dibebankan kepada TNI, Polri, atau Densus 88 semata. Ini adalah tugas kolektif kita bersama. Pemerintah daerah, tokoh agama, ulama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi membangun benteng pertahanan ideologi yang kokoh di Provinsi Bengkulu,’’ tegas Khairil.

Baca Juga  Dermaga Kahyapu Akan Dihibahkan ke Pemprov Bengkulu, Sekda Herwan Antoni Minta Aset Diperbaiki Dulu

Khairil juga menjelaskan bahwa wasathiyah bukan berarti melakukan kompromi terhadap keyakinan. Sikap moderat justru menekankan keseimbangan, kedamaian, saling menghargai, serta menjauhkan diri dari pemikiran dan tindakan ekstrem.

Melalui kegiatan tersebut, Densus 88 bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong penguatan pemahaman masyarakat mengenai moderasi beragama, toleransi, nilai-nilai Pancasila, serta pentingnya menjaga persatuan.

Sinergi antara aparat, pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah tumbuhnya paham radikalisme sekaligus menjaga kedamaian dan keutuhan NKRI.(OIL)

spot_img

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!