BencoolenTimes.com, – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Bengkulu, Gusmadi angkat bicara terkait ratusan Kepala Desa (Kades) di Bengkulu dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu atas dugaan pelanggaran netralitas Kades. Ia membantah segala tuduhan.
“Kita hadir pada acara bukan dalam rangka kampanye, tapi masih kegiatan sosialisasi. Karena kita tahu bahwa paslon Gubernur dan Wakil Gubernur belum ada yang ditetapkan. Sehingga, kita tahu bahwa belum ada ranahnya larangan untuk hadir. Apalagi acara ini tajuknya konsolidasi rakyat,” ujar Gusmadi, Kamis (19/9/2024).
Ia pun menegaskan bahwa, kehadiran mereka tersebut tidak ada bentuk memberikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Helmi – Mian ataupun ikut mendeklarasikan. Terlebih lagi nama APDESI turut diseret-seret.
“Memang betul saya Ketua APDESI Provinsi Bengkulu, tapi dalam kehadiran kita di acara tersebut tidak ada satu pun atribut APDESI yang kita pakai maupun menyebut nama APDESI, walaupun Ketua APDESI itu melekat,” jelas Gusmadi.
Gusmadi membeberkan, kehadiran mereka di acara konsolidasi rakyat yang difasilitasi oleh Ketua Tim Hukum Kemenangan bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Helmi – Mian berlokasi di Talang Kering Kota Bengkulu pada 15 September 2024, bukan karena niat untuk mendukung ataupun tidak mendukung, akan tetapi ingin mendengarkan langsung program dari calon pasangan Helmi – Mian.
“Karena, ketika kita melihat di tiktok, sebaran berita dan isu yang berkembang bahwa Pak Helmi – Mian ini ada program yang langsung bersentuhan ke desa-desa. Salah satunya adanya APBD Provinsi untuk desa, adanya satu ambulance satu desa plus sopir yang digaji pakai APBD Provinsi, anak yatim piatu akan ada perhatian khusus dari pasangan Helmi – Mian ini ketika jadi Gubernur Bengkulu. Dan ini yang menarik kita untuk datang dan meminta penjelasan,” demikian Gusmadi.
Diketahui, ratusan Kades dilaporkan atas dugaan pelanggaran netralitas kades ke Bawaslu Provinsi Bengkulu, Kamis 19 September 2024 oleh Jevi Sartika yang merupakan salah satu tokoh masyarakat yang diketahui Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gemawasbi Provinsi Bengkulu. (BAY)





