BencoolenTimes.com – Lomba burung berkicau Murai Batu yang diselenggarakan di Lapangan Wahana Surya, Kabupaten Benteng, Minggu, 18 Januari 2026, akhirnya batal tanpa kejelasan.
Lomba burung yang bertajuk ‘Seduluran Murai Mania (SSM) Goes To Bengkulu FEAT Pasya SF’ ini, awalnya dijadwalkan pukul 10.30 WIB, Minggu pagi, 18 Januari 2026.
Para peserta yang tidak hanya dari lokal Provinsi Bengkulu ini, mulai bertanya-tanya saat waktu sudah lewat pukul 11.30 WIB. Para peserta awalnya coba mengkonfirmasi dengan penyelenggara, namun ternyata diketahui banyak panitia tidak ada di lokasi.
Para peserta menanyakan kepada pihak SMM kenapa lomba tidak kunjung dimulai, diketahui SMM beralasan bahwa Panitia tidak ada di lokasi perlombaan dan tidak diketahui keberadaannya.
Salah satu peserta, Wahyu, di lokasi perlombaan menyebutkan, mereka sangat kecewa dengan kondisi perlombaan yang sepertinya akan di batalkan sepihak. ‘’Kita kecewa bang, ini acara nasional dan di Bengkulu, tiket utama Empat Juta lebih,’’ ungkap Wahyu.
Peserta lain, Ronny PL. Tobing mengungkapkan, alasan pihak SMM tidak logis, karena merasa hanya sebagai pihak Juri Perlombaan. Padahal jelas di brosur, perlombaan berjudul ‘Seduluran Murai Mania Goes To Bengkulu Feat Pasya SF’.
‘’Harusnya pihak SMM tanggungjawab, karena tidak bisa mereka bilang, hanya sebagai juri, karena brosurnya jelas SMM Goes To Bengkulu. Soal urusan atau perjanjian dengan Pasya SF nya, kita pemain tidak tahu menahu,’’ ungkap Ronny.
Selain merugikan sekaligus mengecewakan peserta lomba, lanjut Ronny, nama Provinsi Bengkulu ikut tercoreng dengan kondisi perlombaan yang dibatalkan sepihak.
Apalagi, peserta yang membeli tiket, bukan hanya local Provinsi Bengkulu, melainkan dari luar provinsi juga banyak. ‘’Mulai dari Sumbar, Jambi, Lampung, bahka ada yang dari Pulau Jawa, jadi ini mencoreng nama Provinsi Bengkulu,’’ sebut Ronny.
Sementara itu, Humas SMM, KJ Novi yang menemui para peserta lomba mengungkapkan, dalam setiap perlombaan, mereka tidak pernah molor alias selalu tepat waktu.
Hanya saja, Ketua Panitia inisial HP, tidak ada di lapangan, padahal Hp yang bertanggungjawab penuh pada perlombaan. ‘’Kami sebagai juri hanya melaksanakan tugas lapangan,’’ kata Novi.
‘’Kalau menurut para peserta, apa yang kami perlu sampaikan dan lakukan, kami tidak akan melaksanakan (Perombaan), karena panitia tidak ada,’’ sambung Novi.
Ditambahkan Novi, harusnya pukul 11.00 WIB adalah waktu maksimal molor atau terlambat, karena jadwal perlombaan harusnya pukul 10.30 WIB wajib naik atau mulai.
‘’Panitia saya WA (WhatsApp), saya telephone, tidak direspon. Saya juga kalau tahu begini, tidak akan berangkat,’’ imbuh Novi.
Ketua Panitia Nenggak Racun
Tidak kalau heboh dengan kejadian batalnya kegiatan Lomba Burung Berkicau bertajuk ‘Seduluran Murai Mania Goes To Bengkulu FEAT Pasya SF’, para peserta ternyata mendapati, HP yang disebut sebagai Ketua Panitia ternyata dicari-cari, berada di salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu.
Dari beberapa postingan Akun Media Sosial (Medsos) yang viral, HP diduga menenggak racun tikus. Belum diketahui secara pasti apa motifnya, namun yang jelas hingga Minggu malam, HP masih menjalani perawatan medis.(OIL)



