14.5 C
New York
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img

Pemprov Bengkulu Tata Pedagang di Balai Buntar, Dorong UMKM Naik Kelas

BencoolenTimes.com – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu melakukan penataan pedagang di kawasan Gedung Balai Buntar sebagai bagian dari program strategis mendorong UMKM naik kelas.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu, Eddyson mengatakan, pedagang yang selama ini berjualan di trotoar dan pinggir jalan kini ditertibkan dengan menempati lokasi berjualan di sisi kiri Gedung Balai Buntar. Penataan ini dilakukan untuk memperindah kawasan tanpa mengusir pedagang yang telah lama berjualan.

Menurut Eddyson, kawasan Balai Buntar merupakan area dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, terutama pada pagi dan sore hari, karena kerap digunakan untuk olahraga, jogging, dan tempat bersantai keluarga.

Baca Juga  Yayasan Semarak Ajukan Permohonan Sertifikasi, Pemprov Bengkulu Mengkaji Ulang

Untuk mendukung kenyamanan dan pembinaan UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu berencana membangun 150 lapak yang nantinya dikoordinir dan tergabung dalam Koperasi. Selain itu, dinas juga akan membantu pengurusan perizinan, melengkapi peralatan berjualan, serta menyediakan backdrop lapak.

Pemprov Bengkulu Tatap Pedagang
UMKM: Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu melakukan penataan pedagang di kawasan Gedung Balai Buntar sebagai bagian dari program strategis mendorong UMKM naik kelas.

Ke depan, kawasan Balai Buntar juga akan dilengkapi dengan panggung hiburan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pedagang. ‘’Dalam rangka itu, mungkin kita akan memperkaya lagi, nanti kita akan bikin panggung hiburan untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen dan pedagang,’’ ujar Eddyson.

Baca Juga  Perkuat Komitmen Anti Pungli dan Gratifikasi, Sekda Bengkulu Minta ASN Dinkes Jaga Integritas

Eddyson menambahkan, seluruh pedagang yang berjualan di kawasan Balai Buntar dibatasi pada jenis usaha kuliner, sementara usaha nonkuliner tidak diperkenankan.

Salah satu pedagang, Lia, mengapresiasi langkah penataan yang dilakukan pemerintah. Ia mengaku merasa lebih nyaman berjualan karena kawasan terlihat lebih rapi serta tidak adanya pungutan dan sewa lapak, kecuali iuran kebersihan sebesar Rp 3.000 per hari.

Omzet penjualan per harinya berkisar antara Rp700 ribu hingga Rp1 juta. ‘’Terima kasih kepada pemerintah yang sudah menata dan menyediakan lapak untuk pedagang UMKM,’’ ungkap Lia.(PUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!