14.3 C
New York
Thursday, October 15, 2026

Buy now

spot_img

Pengaduan Konsumen Terkait Dugaan BBM Pertalite Bermasalah di Bengkulu Terus Bertambah

spot_img

BencoolenTimes.com – Pengaduan konsumen terkait dugaan Pertalite bermasalah (bercampur zat lain) di Bengkulu terus bertambah. Terbaru, Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPD Bengkulu telah menerima dua pengaduan konsumen dari warga Kabupaten Seluma dan warga Kota Bengkulu.

Ketua LPK-RI DPD Bengkulu, Aprianto, mengatakan dua pengaduan terbaru disampaikan pada Kamis (15/10/2026), yang bernama Meutiah warga Kelurahan Sukarami, Kota Bengkulu, dan Deki Haryadi, warga Desa Ujung Padang, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma.

Meutiah melaporkan gangguan mobil setelah mengisi 25 liter Pertalite di SPBU Depati Payung Negara pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 19.01 WIB. Keesokan harinya, saat berkendara dari Bengkulu menuju Kepahiang untuk bekerja, mobilnya masih dapat digunakan. Namun, ketika melanjutkan perjalanan dari tempat kerja menuju Kabawetan, Kepahiang, kendaraan mendadak kehilangan tenaga saat pedal gas diinjak.

Baca Juga  Keluhan Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite Bermunculan, LPK-RI Bengkulu Buka Posko Aduan Konsumen

”Jadi, saat di gas mobil tidak ada tenaga,” ungkap Meutiah.

Karena tidak ada tenaga, mobil kemudian dibawa ke bengkel di Kepahiang. ”Saat tangki dibuka dan bahan bakar dikuras, ditemukan banyak endapan menyerupai bubuk semen,” paparnya.

Akibat dari kejadian itu, sebanyak 20 liter BBM dikuras dan dibuang dan biaya perbaikan mobil mencapai Rp700 ribu.

Kasus yang sama dialami Deki Haryadi. Ia mengaku mengisi Pertalite di SPBU kawasan Masmambang, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma. Setelah melakukan perjalanan ke Bengkulu dan kembali menuju Talo, mobilnya mendadak mengalami gangguan di tengah perjalanan. Kendaraan terpaksa dijalankan dalam kondisi tersendat-sendat menuju bengkel dan hingga kini masih proses perbaikan.

Baca Juga  Begini Respon Pertamina Patra Niaga Terkait Heboh Warga Keluhkan Kualitas BBM

Para pelapor meminta LPK-RI DPD Bengkulu menindaklanjuti aduan mereka kepada pihak terkait, terutama PT Pertamina, agar penyebab gangguan dapat diketahui dan kejadian serupa tidak terus berulang.

Bertambahnya laporan tersebut menjadi alasan perlunya pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut terhadap dugaan masalah kualitas BBM.

Meski demikian, kaitan antara Pertalite yang dibeli di SPBU dan gangguan kendaraan para konsumen belum dapat dipastikan tanpa hasil pemeriksaan teknis serta pengujian sampel BBM.

Hingga berita ini dilansir, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun SPBU yang disebut dalam pengaduan yang dilaporkan konsumen tersebut. (JUL)

spot_img

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!