Gangguan Jiwa, Petani Bunuh Teman di Kaki Gunung Bungkuk

Tersangka Men (tengah)

BencoolenTimes.Com, – Sambulan Tosyadi (30), petani warga Desa Curup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bangkulu Tengah, ditemukan tewas dengan luka bacok di bagian kepala dan sekujur tubuh, Selasa (19/3/2019) pukul 15.00 WIB, di kaki Gunung Bungkuk, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Korban dibunuh sesama petani, Men (37), warga Desa Rajak Sakti, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah. Diduga, pria ini mengalami gangguan jiwa.

Kapolres Kabupaten Bengkulu Utara, AKBP. Ariefaldi Warganegara melalui Kasat Reskrim AKP M. Jufri saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu, mengatakan telah terjadi tindakan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di daerah kaki Gunung Bungkuk.

“Korban ditemukan tewas dengan luka bacok di sekujur tubuh, diduga menggunakan parang. Korban ditemukan tewas oleh warga di sekitar tempat kebunnya. Diduga korban dibunuh tetangga kebunnya sendiri, Men (37), yang saat ini sudah kita amankan,” ungkap Jufri.

Korban dibawa ke rumah duka

“Kami mendapatkan informasi dari warga, lalu kami langsung menangkap pelaku di sekitar kebun tersebut. Saat ditangkap, didapati barang bukti parang yang digunakannya untuk membacok korban, masih ada bercak darah di parang tersebut,” lanjut Jufri.

Saat dimintai keterangan motif membunuh, petugas kesulitan mendapat keterangan dikarenakan jawaban tersangka, tidak nyambung. “Informasi warga sekitar, pelaku diduga agak sedikit mengalami gangguan kejiwaan,” tuturnya.

Sementara itu, Ibu korban, Siti mengatakan korban belum pulang dari kebun sejak sehari sebelum terjadi pembunuhan. “Dapat kabar dari tetangga kebunnya, bahwa anak saya telah meninggal dunia. Saya sangat terpukul atas kejadian ini, jika benar pelaku itu adalah Men, saya sangat tidak menyangka, karena selama ini tidak pernah ada masalah dengan dia maupun keluarganya. Kami minta pelaku dihukum dengan seberat-beratnya,” kata Siti.

Pantauan Bencoolentimes.Com, jenazah korban dibawa ke kediamannya dengan menggunakan Ambulance Rumah Sakit Bhayangkara. (Ros)