Peluncuran Sekolah Energi Bersih #2 dilakukan untuk menyampaikan kepada publik bahwa program sekolah energi bersih kedua telah bergulir.
Guru SMA Sint Carolus Bengkulu Annuwar Ramadhan, S.Pd., Gr, menyatakan komitmen untuk mewujudkan penggunaan energi bersih di Bengkulu.
“Sekolah energi bersih dapat menjadi praktik baik bagi peserta didik, guru, dan masyarakat serta SMA SMA di Bengkulu untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan energi bersih menjadi listrik yang tidak memiliki dampak buruk terhadap lingkungan kita,” jelasnya.
Sementara, Kepala sekolah SMA M 4 Kota Bengkulu Sutanpri menyatakan membangun sekolah energi bersih ini sama dengan membangun kesadaran lingkungan.
“Proses penyadaran pentingnya mencintai lingkungan sudah dimulai dengan melakukan penghijauan di sekolah, mengurangi penggunaan kertas, hingga penggunaan energi listrik yang bersumber dari sumber yang ramah lingkungan yaitu matahari,” katanya.
Di sisi yang lain, pemerintah saat ini sedang menjalankan program transisi energy berdasarkan hasil pertemuan G20 pada tanggal 15-16 November 2022 di Bali. Program ini melalui skema pembiayaan Just Energy Transition Partnership (JETP) dan Mekanisme Transisi Energi (ETM).
Program ini harus dikawal oleh rakyat Indonesia termasuk rakyat di Bengkulu.
Direktur program dan Juru Kampanye Energi Kanopi Hijau Indonesia, Olan Sahayu menyatakan transisi enenrgi sudah menjadi agenda penting. Namun, kita (masyarakat) harus mengawal dan memastikan bahwa transisi yang dijalankan adalah sesuai dengan tuntutan kita yaitu energy bersih yang adil dan berkelanjutan.
“Skema transisi harus jelas, transparan hingga menyasar rakyat di tingkat tapak,” ungkap Olan Sahayu. Untuk menyampaikan bagaimana transisi energy yang adil dan berkelanjutan berdasarkan nilai dan prinsip yang disusun oleh masyarakat sipil.Sekolah Energi Bersih #2 menjadi salah satu jalan.
Ia mengatakan peluncuran ini adalah titik awal untuk melakukan penyadaran hingga menggalang dukungan publik untuk mendukung program ini. Olan berharap sekolah energi bersih ini dapat mengubah persepsi publik bahwa penggunaan fosil batubara yang telah terbukti menghilangkan sumber penghidupan rakyat. Saatnya, memanfaatkan sumber daya yang ramah lingkungan yaitu salah satunya energi matahari. (RLS/JRS)



