Lomba Tingkat Nasional Kopi Rejang Lebong Raih 5 Besar

BencooleenTimes.com, -Dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke XIII tahun 2021, salah satu karya putra Rejang Lebong menembus 5 besar dari total 487 peserta yang mengikuti kontes tersebut. Di sisi lain, diketahui bahwa KKSI merupakan suatu ajang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI). Kontes ini bertujuan untuk memilih kopi spesialti dari seluruh Indonesia hasil panen tahun kontes berlangsung yang memiliki mutu fisik dan citarasa terbaik, serta mendukung pemantapan dan pengembangan produksi kopi spesialti di Indonesia untuk pasar ekspor dan pasar domestik.

“Kami bersyukur bisa mewakili kawan-kawan yang lain dalam kontes ini, dimana kami saat ini telah masuk di 5 besar. Kontes ini mulai tanggal 25 September kemarin dengan jumlah peserta yang ikut ada 487 peserta dari seluruh Indonesia, yang terus tersaring hingga hari ini,” sampai Owner Sejati Coffee, Fevo Wahyu Anugerah kepada wartawan, Rabu (13/10) kemarin.

Dijelaskannya, proses penilaian pada kontes tersebut menekankan pada sifat dan cita rasa kopi, yakni meliputi tingkat keasaman, tekstur bodi biji yang biasanya dinilai berdasarkan intensitas dari tajam, penuh, sedang, ringan sampai kurang.
“Kemudian juga uji coba cita rasa ini dilakukan secara kompleks menggunakan contoh acuan sebagai pembanding, misal sudah disiapkan satu produk yang sesuai kriteria standar, nah itulah yang dijadikan patokan kopi kita bisa selevel atau lebih baik atau bahkan di bawahnya,” jelasnya.

Adapun jenis kopi yang diikutsertakan pihaknya dalam KKSI kali ini adalah kopi jenis robusta, yang merupakan hasil panen petani Rejang Lebong.
“Di ajang ini kita kirim kopi lokal kita sendiri Rejang Lebong, itu kopi robusta sesuai persyaratan kopi biji (green bean), kadar air kurang lebih 12,5%, memenuhi standar mutu 1 berdasarkan SNI 01-2907-2008 dan hasil panen tahun 2021,” paparnya.

Pada kontes ini peserta bisa berasal dari berbagai kalangan seperti petani (kelompok tani), eksportir kopi, pedagang kopi, coffee shop/cafe, perusahaan perkebunan, dinas perkebunan, lembaga penelitian, maupun pelaku usaha kopi.
“Jadi memang terbuka untuk semua kalangan,” tandasnya. (Wik)