12 C
New York
Friday, October 9, 2026

Buy now

spot_img

Walikota Dedy Wahyudi Minta OPD Pemkot Bengkulu Hilangkan Ego Sektoral

spot_img

BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi meminta seluruh pejabat di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kerja sama dalam menjalankan program pemerintahan.

Menurut Dedy, ego sektoral masih menjadi persoalan dalam birokrasi. Sikap tersebut muncul ketika suatu OPD enggan membantu menjalankan program atau kegiatan karena menganggap hal itu bukan bagian dari tugas dan tanggung jawabnya.

”Ego sektoral ini penyakit yang terkadang hari ini masih kita rasakan. Terkadang dalam satu pemerintahan, misalnya Pemkot, ada OPD yang merasa bukan tugasnya sehingga tidak mau membantu. Ini repot, tidak boleh begitu,” kata Dedy, Kamis, 8 Oktober 2026.

Baca Juga  Pemkot Bengkulu Tambah Kuota Nikah Gratis Tahun 2027

Ia menegaskan, keberhasilan program pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar pelaksanaannya berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dedy mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program Presiden. Meski berkaitan erat dengan bidang kesehatan, pelaksanaannya melibatkan kepolisian sebagai bagian dari upaya pemerintah menjalankan program tersebut.

Begitu pula dengan program Koperasi Merah Putih yang tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Koperasi, tetapi juga melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mendukung pelaksanaannya.

Baca Juga  Pemkot Bengkulu Gelar Nikah Gratis, Dedy Wahyudi: Program Bantu dan Bahagiakan Warga

”Bapak Presiden punya program MBG. Kalau dari sisi ilmu kesehatan, Dinas Kesehatan yang terdepan, tetapi tidak. Pak Presiden mempercayakan kepada kepolisian,” ujarnya.

Menurut Dedy, contoh tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program pemerintah. Setiap instansi harus bersedia terlibat dan memberikan dukungan sesuai kapasitasnya, meskipun program tersebut bukan menjadi tugas utama instansi yang bersangkutan.

Ia menyebut pola kerja tersebut sebagai sistem kerja bersama atau keroyokan, yakni seluruh pihak bergerak secara kolektif untuk mencapai tujuan yang sama.

Baca Juga  Bukti Kerja Nyata Dedy-Ronny, Program 1000 Jalan Mulus Digenjot

”Kalau misalkan hanya satu saja yang kerja, yang lain jadi penonton, tidak jadi ini barang. Jadi harus kerja kolektif, harus keroyokan, dan tidak boleh ego sektoral,” tegasnya.

Dedy berharap seluruh OPD di lingkungan Pemkot Bengkulu dapat memperkuat koordinasi, mengesampingkan kepentingan masing-masing instansi, serta membangun semangat gotong royong dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.

Dengan demikian, pelaksanaan program pemerintah di Kota Bengkulu diharapkan lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (JUL)

spot_img

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!