BencoolenTimes.com – Warga dua desa di Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah (Benteng), yaitu Desa Denting serta Desa Air Napal, mendatangi DPRD Provinsi Bengkulu, Senin, 12 Januari 2026.
Kedatangan warga ini dalam rangka menyampaikan aspirasi mereka terkait persoalan sengketa lahan dengan Perusahaan PT. Sandabi Indah Lestari (SIL).
Dari pengaduan masyarakat ke dewan provinsi tersebut, saat ini sudah 1.400 hektare lahan milik Desa Genting dan Desa Air Napal yang diklaim masuk dalam HGU PT. SIL. Masing-masing seluas 600 hektare diduga masuk wilayah Desa Air Napal dan 800 hektare lainnya masuk wilayah Desa Genting.
‘’Kami bisa mengajukan bukti kepemilikan desa kami, ratusan hektare yang dimakan oleh HGU PT. SIL dan kami minta itu dikembalikan,’’ sampai Kades Air Napal, Akomaini mewakili masyarakat yang datang ke DPRD Provinsi Bengkulu.
Sementara itu, koordinator substansi penetapan hak tanah dan ruang BPN/ATR Provinsi Bengkulu, Aulia Kurniawan mengatakan, bahwa BPN saat ini siap untuk menjadi fasilitator dari konflik warga dan perusahaan tersebut. Sepanjang ada bukti konkrit yang dimiliki oleh pihak desa dan dipastikan akan dikembalikan kepada pihak desa.
‘’Kami sifatnya hanya meneruskan, sepanjang ada bukti nyata maka kami pastikan dikembalikan dan tentunya atas petunjuk kementerian,’’ sampai Aulia Kurniawan dalam pertemuan tersebut.
Sedangkan Wakil Ketua I, DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain yang menerima kedatangan rombongan warga tersebut, meminta BPN langsung ke lapangan dan melakukan pengukuran ulang.
Bukan hanya tembak diatas kuda saja alias harus menelusuri hal tersebut ke lapangan, agar hak dari masyarakat tidak dirampas oleh kepentingan sekelompok orang.
Politis PAN tersebut memastikan, selaku Wakil Rakyat akan terjun langsung ke PT. SIL untuk meninjau langsung. Sekaligus meminta keterangan dari masyarakat maupun PT. SIL agar seluruhnya jelas dan tak ada yang dirugikan.
‘’Kami tidak menghalangi investor, namun investor juga wajib berpihak kepada rakyat, tidak ada yang boleh dirugikan apalagi ada yang menjadi korban sesuai dengan arahan Gubernur untuk membantu rakyat,’’ sampai Teuku.(OIL)



