15.1 C
New York
Sunday, May 31, 2026

Buy now

spot_img

Bengkulu Targetkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrem di 2024

BencoolenTimes.com – Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, H. Rosjonsyah Syahili mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus melaksanakan strategi dan kebijakan penanggulangan kemiskinan, khususnya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dengan target Nol persen.

Hal ini disampaikan Wagub Rosjonsyah saat rapat Forum Konsolidasi Nasional (FORKONAS) Upaya Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) 2024 di Ruang VIP Pola Bengkulu, Senin (26/02) lalu.

Wagub Bengkulu, H. Rosjonsyah Syahili bersama jajarannya mengikuti rapat Forkonas PPKE.

Optimalisasi Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) ini, jelas Wagub Rosjonsyah, merupakan upaya untuk memperkuat sinergisitas dan kolaborasi antara pusat dan daerah dalam mendukung percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem menuju nol persen di tahun 2024.

Baca Juga  Cegah Penyalahgunaan Obat di Bengkulu, Sekda Serukan Perlindungan Generasi Muda

‘’Upaya kita (Pemerintah Provinsi Bengkulu) dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem ini dan langkah koordinasi di Provinsi Bengkulu utamanya di kabupaten/kota. Agar program dan kebijakan antara pusat dan daerah yang dilakukan bisa menyasar dan tepat sasaran sehingga target nol persen kemiskinan ekstrem di tahun 2024 dapat tercapai,’’ ujar Rosjonsyah.

Pemprov Bengkulu, tambah Wagub Rosjonsyah, memiliki satu mekanisme tata kola data yang baik sebagai indikatornya. Hal ini merupakan bentuk keterpaduan dan sinergisitas. Dalam hal ini perlunya kesamaan langkah bersama dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga  Bengkulu Terima 11 Ekor Sapi Kurban Bantuan Presiden

‘’Inovasi-inovasi daerah untuk memastikan kevalidan data itu luar biasa. Kita melaksanakan konvergensi program yaitu penurunan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan dan meminimalkan kantong kemiskinan,’’ tambah Wagub Rosjonsyah.

‘’Dan kita berupaya mempercepat pengentasan kemiskinan yang menjadi tantangan dari presiden, utamanya kemiskinan ekstrem. Dimensi kemiskinan yang banyak menunjukkan penanganan tidak bisa ditangani satu lembaga tapi harus ada sinergi pusat dan daerah,’’ imbuh Wagub Rosjonsyah.(RLS/JRS)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!