22.7 C
New York
Sunday, June 14, 2026

Buy now

spot_img

Haruskah Pemimpin Baru Lakukan ‘Ice Breaking’

BencoolenTimes.com – Kawan, pilkada telah usai, para pemimpin baru segera dilantik dan langsung tancap gas mengejar program seratus hari dan haruskah Pemimpin Baru Lakukan ‘Ice Breaking’.

Tapi tunggu dulu, Kenapa? Pemimpin yang datang adalah pemimpin baru, sementara yang menunggu dalam organisasi besar (sekda, asisten, kepala biro dan kepala dinas).

Sebut saja orang-orang ini berada dalam satuan organisasi yang lebih kecil. Tentu mereka mempunyai ‘klik’ atau kelompok yang telah membatu, kuat dan mempunyai budaya lama, dengan gaya kepemimpinan lama.

Baca Juga : kewirausahaan-sektor-publik-tugas-siapa

Nah, sekarang tiba saatnya pemimpin baru dan dalam teori organisasi organisasi yang telah lama tentu punya ‘klik’ sendiri. Sistim klik ini ada yang positif maupun negatif bagi organisasi, serta sistim klik ini ada kalanya sulit menerima ide baru dari pemimpin baru, sehingga haruskah Pemimpin Baru lakukan ‘Ice Breaking’.

Baca Juga  Warga Kelurahan Sumber Jaya Dihebohkan Penemuan Diduga ODGJ MD

Ice Breaking, kita meminjam istilah dalam metoda pengajaran atau pelatihan dalam organisasi yang dapat kita adopsi untuk keperluan organisasi yang besar, seperti pemerintah daerah.

Jadi, secara difinitif  merupakan serangkaian aktivitas atau permainan ringan yang bertujuan untuk menghangatkan suasana di dalam kelas atau organisasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan kekakuan, menciptakan interaksi yang positif, serta mempersiapkan siswa, anggota organisasi, agar lebih siap menerima materi pelajaran, atau tugas-tugas dari pemimpin baru.

Baca Juga : provinsi-bengkulu-teropong-seorang-pensiunan-dosen

Tujuan Ice Breaking menurut Hodijah, untuk mengembalikan konsentrasi dan juga mood peserta. Sehingga bisa kembali mengikuti kegiatan dengan baik dan fokus.

Baca Juga  Atlet Binaan Althario Swimming Class Raih 4 Medali Emas di Kejurprov Renang

Bila kita ambil ikhtibar dalam organisasi pemerintah daerah, berbulan-bulan para pegawai disibukkan dengan helatan Pilkada, baik secara langsung maupun tidak langsung. Apalagi Petahana ikut kontestasi Pilkada dan timbul suatu kekuatan yang  membatu, sehingga sebagai pemimpin baru tentu harus dicairkan kembali.

Metode pemecah kebkuan ini sangat banyak, misal dengan ‘Coffee Morning’ antara anggota organisasi perangkat daerah, olah raga bersama dan pertemuan-pertemuan informal lainnya. Serta yang lebih formal adalah dengan re organisasi atau mutasi, pergeseran seperlunya dapat dilakukan, yang tentu dengan persiapan data kepegawaian yang akurat.

Baca Juga  Hadir di Bengkulu, Loka Nara Jadi Ruang Aman dan Wadah Pemberdayaan Perempuan

Pemecah kebekuan ini sangat cocok untuk pertemuan awal, agar  kelompok lain untuk saling mengenal, membantu orang mulai berbicara satu sama lain dan menemukan kesamaan yang tak terduga.

Dalam kelompok kecil, Anda akan memiliki waktu lima menit untuk menemukan lima kesamaan yang dimiliki setiap orang dalam kelompok Anda. Begitulah cara memecah kebekuan, sehingga organisasi yang kita pimpin sukses.(**)

 

Penulis : Syaiful Anwar AB (Purnatugas FEB Universitas Bengkulu)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!