16 C
New York
Tuesday, September 29, 2026

Buy now

spot_img

Dua Putera Terbaik Bengkulu Bawa Program KBSB ke Bumi Merah Putih 

spot_img

BencoolenTimes.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin bersama Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI akan bekerjasama dalam merealisasikan program pengabdian Angkatan Darat Karya Bakti Skala Besar (KBSB) di Provinsi Bengkulu.

Hal itu disampaikan saat ke dua putera terbaik Bengkulu itu melakukan pembicaraan intensif terkait realisasi program KBSB di ruang kerja ketua DPD RI di Senayan, Jakarta pada Selasa, 29 September 2026.

”Kehadiran Panglima Kopassus Letjend Djon Afriyandi ini dalam rangka melakukan koordinasi dan kolaborasi pelaksanaan kegiatan KBSB. Kopassus memang ditugaskan dan perlu terlibat aktif dalam agenda percepatan pengentasan kemiskinan di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T),” ungkap Sultan kepada awak media.

Baca Juga  DPD RI - BRIN - ICMI Jalin Kerjasama Gagas RUU AI

Terkait dengan peran DPD RI, kata Sultan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak khususnya kementerian lembaga terkait untuk turut berkolaborasi dalam program KBSB ini.

”TNI Angkatan Darat dan DPD RI sangat memahami bahwa banyak kebutuhan dasar masyarakat yang justru belum sepenuhnya disiapkan oleh negara. Sementara itu, di saat yang sama pemerintah daerah merasa sedang kekurangan anggaran,” tegasnya.

Oleh karena itu, TNI AD melalui Kopassus berupaya serius melakukan terobosan pengabdian yang berorietasi pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat daerah melalui program KBSB.

Baca Juga  DPD RI Usulkan TKD Rp760 T Dalam Pertimbangan RUU APBN 2027

Panglima Kopassus Letjend Djon Afriyandi mengungkapkan program KBSB meliputi pembangunan jembatan, jaringan irigasi, sumur bor hingga operasi katarak dan lain-lain. Jenis program ini merupakan hasil penampungan aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh Dandim, Korem hingga Kodam.

”Mengapa kami perlu terlibat dalam agenda pembanguan di daerah tertinggal Dan terdampak bencana, karena yang dibutuhkan masyarakat di daerah 3T Dan Daerah terdampak bencana adalah kecepatan dan efektifitas,” tutupnya. (JUL/RLS)

spot_img

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!