BencoolenTimes.com,- Jalan Irian di Kelurahan Tanjung Agung yang merupakan jalan lintas Bengkulu-Curup kembali diprotes warga.
Pasalnya, jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang berada di tengah kota tersebut kembali rusak meskipun sebelumnya lubang jalan sudah sempat di tambal menggunakan koral oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu.

Aksi protes tersebut disampaikan lewat papan plang yang bertuliskan “jalan berlubang dan berdebu sudah banyak memakan korban, mohon kepedulian dan tanggung jawab pejabat yang berwenang. Ingat (Undang-undang lalu lintas No. 22 Tahun 2009 pasal 22 dan 273)”
Yusnawi warga setempat menjelaskan, bahwa dari pihak pemerintah sampai saat ini belum ada perhatian untuk menanggulangi masalah ini.
“Ada sebelumnya itu hanya diberi koral dan tidak dikasih aspal. Menurut saya Itu jadi mubazir dan tidak ada manfaatnya. Apalagi sekarang ini musim hujan air itu tergenang tidak mengalir,” ungkap Yusnawi, Jumat (12/3/21).
“Kalau dulu jalan ini dinamakan tanggul untuk menanggulangi banjir air dari hulu dan itu dibawah tanggung jawab Sumatra Vll. Menurut informasi sekarang ini sudah diambil alih oleh pemerintah Provinsi Bengkulu,” beber Yusnawi.
“Sekarang bagaimana kinerja dinas PUPR? kurang begitu tanggap masalah ini. Tidak ada perhatiannya pemerintah ini. Jalan hanya dikasih koral tanpa perekat. Nah, koral ini kalau tidak dikasih perekat berhamburan kalau hari panas itu menyebabkan banyak debu,” terang Yusnawi.
“Mohonlah pemerintah terkait memperhatikan jalan ini. Jalan ini kan Lintas, jadi banyak pengguna jalan lewat sini seperti pegawai kantor, masyarakat ke pasar, dan anak sekolahan. Banyak kendaraan berlalu lalang lewat sini, kadang itu membuat macet kalau pagi orang pergi ke kantor dan sore hari pas waktu pulang juga,” tutur Yusnawi.
Sementara itu, Aris yang rumahnya berdekatan dengan jalan berlubang mengatakan, bahwa kemarin ada korban lanjut usia dua orang yang terjatuh akibat mengelak lobang karena koral berserakan dan dan waktu mengerem langsung terjatuh.
“Mirisnya, kemarin itu ada bapak-bapak tukang kuli bangunan tinggal di Pasar Minggu umur sekitar 50 tahunan yang terjatuh, mengalami luka yang cukup parah dan sempat adek saya yang antar ke rumahnya, karena tidak mau dibawak kerumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk berobat,” kata Aris.
Ia berharap kepada pemerintah terkait untuk secepatnya diperbaiki jalan tersebut. Bukan hanya sekedar tambal pakai koral saja tapi diaspal.
“Karena tambal pakai koral ini malah lebih berbahaya dan menganggu perjalanan pengguna jalan,” tukas Aris.
Sementara, mengenai sejumlah titik jalan milik Pemprov Bengkulu di tengah Kota yang rusak, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Mulyani Toha mengungkapkan, perbaikan jalan tersebut sudah direncanakan sejak tahun 2020 lalu namun terkendala anggaran, dan jalan yang rusak di tengah Kota akan diperbaiki tahun ini jika sudah ada anggarannya.
“Nanti kalau anggaran sudah ada akan kita perbaiki, kalau direncanakannya itu sudah dari tahun kamarin,” singkatnya. (CW7)



