BencoolenTimes.com – Anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mendorong agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu memaksimalkan penyerapan hasil pertanian dan perikanan lokal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Destita saat mengunjungi kebun sayur di Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu belum lama ini. Dalam kunjungan tersebut, ia juga bersilaturahmi dengan para petani sayur di Kelurahan Tanah Patah dan Tebeng.
Menurut Destita yang juga anggota Komite III DPD RI, Bengkulu memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan daerah, terutama dari sentra produksi sayur seperti di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong.
”Contoh kecil adalah di sini. SPPG terdekat bisa langsung membeli sayur dari petani,” ujar Destita.
Ia menilai, pola kemitraan langsung antara dapur MBG dan petani akan memangkas rantai distribusi, menjaga kesegaran bahan pangan, serta meningkatkan pendapatan petani lokal.
Tak hanya sektor pertanian, Destita juga menyoroti potensi besar perikanan Bengkulu. Kawasan Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu disebut memiliki hasil tangkapan laut yang melimpah dan beragam.
Selain itu, potensi perikanan juga terdapat di Pelabuhan Nusantara Seluma serta wilayah pesisir Kabupaten Mukomuko yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ikan di Bengkulu.
Menurutnya, sumber protein hewani seperti ikan sangat penting untuk memenuhi standar gizi anak penerima manfaat MBG, terutama dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
”SPPG yang berada di wilayah pesisir bisa bekerja sama langsung dengan nelayan atau koperasi perikanan setempat. Ini penting agar kebutuhan protein hewani anak-anak penerima MBG terpenuhi dengan kualitas yang segar dan harga lebih terjangkau,” jelasnya.
Destita menegaskan, optimalisasi sumber daya lokal di sekitar dapur MBG tidak hanya menjamin kualitas gizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah.
Ia berharap sinergi antara SPPG, pemerintah daerah, kelompok tani, serta nelayan dapat diperkuat agar program MBG benar-benar berdampak luas, baik dalam pemenuhan gizi anak maupun peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan di Bengkulu. (JUL/RLS)



