BencoolenTimes.com – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk bergerak cepat dalam penanganan bencana daerah menyusul rampungnya pengamanan badan jalan ruas Air Dingin–Muara Aman STA 33+00.
Pengamanan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana longsor di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Sabtu, 7 Februari 2026.
Helmi mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang merealisasikan pembangunan pelapis tebing di lokasi terdampak longsor. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan bencana.
”Kami bersyukur pemerintah pusat melalui BNPB merespons cepat usulan pemerintah daerah. Pembangunan pelapis tebing ini telah tuntas dan kini dapat dimanfaatkan masyarakat,” ungkap Helmi.
Ia mengatakan ruas jalan Air Dingin–Muara Aman merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah dan menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pengamanan badan jalan menjadi prioritas pemerintah daerah.
”Jalan ini sangat penting sebagai penghubung antarwilayah. Pemerintah Provinsi melalui BPBD akan terus melakukan pemantauan dan siap bergerak cepat apabila kabupaten atau kota membutuhkan dukungan saat terjadi bencana,” kata Helmi.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan pembangunan infrastruktur pascabencana bertujuan menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi warga.
”Kami ingin akses jalan kembali normal. Infrastruktur ini krusial bagi masyarakat, dan ke depan upaya mitigasi akan terus diperkuat agar risiko bencana dapat ditekan,” kata Raditya.
Sementara itu, Bupati Lebong Azhari menyampaikan terima kasih kepada BNPB dan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas dukungan dalam penanganan longsor yang sempat mengganggu akses transportasi di wilayah tersebut.
”Kini akses jalan sudah kembali normal dan masyarakat merasa lebih aman,” ujarnya.
Sebelumnya, BNPB mengalokasikan anggaran sekitar Rp34 miliar untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Bengkulu. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur vital, antara lain Jembatan Air Mata di Seluma, pelapis tebing di Desa Air Dingin, Rejang Lebong, serta pelapis tebing di Kelurahan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, termasuk alat dan mesin pertanian, bantuan Baznas, alat olahraga, kursi roda, tongkat, serta alat bantu pendengaran. (JUL/RMC)



