BencoolenTimes.com – Polda Bengkulu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menggelar aksi bersih-bersih massal melalui gerakan GEMPITA (Gerakan Merapikan Kota) dan GEMPAR (Gerakan Membersihkan Pantai Rame-Rame), Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya lingkungan bersih, aman, dan tertata.
Ribuan peserta terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu, mencakup Kota Bengkulu dan sembilan kabupaten lainnya. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama keberhasilan gerakan ini.
Di Kota Bengkulu, kegiatan difokuskan di kawasan pesisir, terutama di Pantai Jakat yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Selain itu, pembersihan juga dilakukan di sejumlah titik strategis di pusat kota yang rawan penumpukan sampah.
Para peserta secara gotong royong mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, limbah rumah tangga, hingga material lainnya. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan kendaraan operasional menuju tempat pembuangan akhir secara terorganisir.
Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiono SIK MSi, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
”Kita melaksanakan GEMPITA dan GEMPAR secara bersama-sama di seluruh wilayah Bengkulu. Ini langkah konkret untuk mewujudkan Indonesia yang bersih, rapi, dan indah sesuai arahan Presiden,” ujarnya.
Ia menyebutkan, terdapat 38 titik kegiatan yang dipilih berdasarkan tingkat kerawanan sampah serta nilai strategisnya dari sisi lingkungan dan pariwisata.
Menurut dia, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah sampah yang dibersihkan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat.
”Harapannya kegiatan ini menjadi pemicu agar masyarakat semakin terbiasa menjaga kebersihan, baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik,” kata Mardiyono.
Selain berdampak pada kebersihan, kegiatan ini juga dinilai mendukung sektor pariwisata. Kawasan pantai di Bengkulu diharapkan semakin menarik bagi wisatawan jika terjaga kebersihannya.
Pemerintah daerah menyambut baik kegiatan tersebut sebagai langkah membangun kesadaran kolektif masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak.
Melalui GEMPITA dan GEMPAR, diharapkan budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (JUL)



