BencoolenTimes.com – Revitalisasi SMPN 22 Seluma baru mencapai 50 persen, sedangkan sekolah lain dengan sumber anggaran yang sama, pelaksanaannya sudah mencapai 80 persen.
‘’Untuk Fisik, terkecuali SMPN 22, keseluruhannya sudah mencapai 80 persen. Sehingga satu bulan ini menyisakan finising,’’ sebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Seluma, Munarman Safui melalui Kabid SMP, Andri Husein kepada wartawan.
Menurut Andri, penyerapan anggaran keseluruhan kegiatan revitalisasi, Dinas Dikbud Kabupaten Seluma tidak mengetahui secara pasti. Namun, syarat merealisasikan anggaran dan pencairan tahap awal sebesar 70 persen dari total anggaran sekolah.
Namun pencairan tahap II haruslah pencapaian realisasi fisik sudah harus di atas 50 persen. ‘’Jadi realisasi itu yang mengetahui kepala sekolah namun kita diknas hanya mengetahui laporan realisasi fisik saja,’’ sebut Andri.
Khusus untuk SMPN 22, karena capaiannya baru 50 persen setelah di lakukan pemeriksaan oleh kementrian secara langsung. Maka sejumlah catatan di berikan oleh kementerian, dimana mengharuskan pekerjaan di percepat dengan menambah jumlah pekerja.
‘’Catatan secara khusus untuk SMPN 22 adalah pekerjaan harus selesai pada tertanggal 31 desember. Sehingga mau tidak mau harus menambah jumlah pekerja di lokasi tersebut,’’ sambung Andri.
Dimana keterlambatan pada pekerjaan di SMPN 22 ini adalah karena akses jalan untuk mobilisasi material yang memang sulit. Karena sekolah ini berada di kawasan terpencil.
Sekalipun demikian, di penghujung tahun batas akhir, seluruh pekerjaan dan laporan keuangan juga harus selesai pula. ‘’Kendalanya memang akses jalan yang posisinya terpencil harus ekstra dan laporan keuangan dan pekerjaan harus berakhir pada akhir juga,’’ imbuh Andri.
Diketahui, terdapat enam sekolah yang menerima bantuan program revitalisasi tersebut, yaitu SMPN 22 Seluma, SMPN 6 Seluma, SMPN 7 Seluma, SMPN 48 Seluma, SMPN 29 Seluma, dan SMPN 47 Seluma. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 11 miliar untuk enam sekolah tersebut.(LRS)



