BencoolenTimes.com – Satpol PP Provinsi Bengkulu turun tangan menata Pedagang Balai Buntar. Hal ini dalam upaya menyikapi kisruh pedagang kuliner di Balai Buntar, Selasa pagi, 27 Januari 2026.
Pihak Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu bersama Personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu, Selasa Sore langsung melakukan penataan lapak pedagang.
Dijelaskan Kabid PPUD Satpol PP Provinsi Bengkulu Kundang, saat ini pihak nya hanya melakukan penataan terhadap para pedagang yang berjualan di Balai Buntar, agar tertata lebih rapi dan tidak semeraut.

Untuk sementara, tidak ada Penertiban dan pengusiran, akan tetapi jika nanti masih terjadi kericuhan antar sesama pedagang maka pihak satpol PP akan bertindak tegas hingga pengusiran terhadap pedagang yang tidak taat aturan.
”Hari ini kita dari satpol PP melakukan penataan terhadap para pedagang agar terlihat lebih rapi dan tidak ada kesenjangan antar para pedagang. Sehingga tidak terjadi kericuhan seperti pagi tadi, tujuan nya agar pengunjung merasa lebih nyaman berbelanja,” ungkap Kundang.
Sementara itu, Kepala Dinas koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu, Edyyson menegaskan, saat ini pihak nya tengah melakukan pendataan terhadap para pedagang yang sudah mendaftar kepihak Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu.
Jumlah yang sudah mendaftar mencapai 300 lebih , namun mengingat lokasi lapak terbatas maka pihak dinas koperasi akan melakukan verifikasi ulang terhadap para pendaftar. Karena di lapak Balai Buntar, kapasitas lokasi yang tersedia saat ini sebanyak 150 pedagang kuliner.

”Sekali lagi kita tegaskan, yang diizinkan berjualan di lokasi Balai Buntar hanya pedagang kuliner dan tidak terdaftar di tempat berjualan belungguk point, serta tidak tercantum dalam satu KK,” tegas Eddyson.
Sementara itu, Ketua Koperasi Konsumen Griya Merah Putih, Hendri Junaidi, saat ini pihak nya tengah menyiapkan layout lapak pedagang dan melakukan verifikasi data terhadap pedagang yang sudah mendaftar.
Selanjutnya para pedagang akan mendapatkan lokasi berjualan dengan ukuran 1’5 x 2 meter dan nantinya akan disupport tenda oleh bank Bengkulu.
”Kita melakukan penataan hari ini dengan melibatkan Satpol PP, agar terlihat lebih rapi dan tidak menggangu aktivitas lain di Balai Buntar. Serta semata-mata ini kita lakukan untuk membina para UMKM dan menghidupkan ekonomi kreatif di Balai Buntar, termasuk lapak ini kita sediakan secara gratis untuk para pedagang,” imbuh Hendri.
Dengan penataan para pedagang Balai Buntar ini diharapkan sektor ekonomi dibidang kuliner meningkat dan terdapat banyak pilihan bagi warga untuk berwisata kuliner, dengan tidak mengurangi fungsi utama Gedung Balai Buntar.(Pul)



