22.9 C
New York
Saturday, April 18, 2026

Buy now

spot_img

Tambang Batu Bara Ilegal di Benteng Ditangani Polda Bengkulu

BencoolenTimes.com, – Tambang batu bara diduga illegal di kawasan Hutan Produksi Bengkulu Tengah (Benteng) yang dahulunya merupakan area bekas tambang batu bara ilegal PT Bukit Sunur ditangani Polda Bengkulu.

Koordinator Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, Jhoni Hendri mengatakan, batu bara ilegal berdasarkan informasi dari Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) Bukit Daun sekarang sudah diambil alih oleh Polda Bengkulu.

“Kami dapat informasi dari KPHL Bukit Daun itu memang sekarang sudah diambil alih oleh Polda,” kata Jhoni Hendri saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon WhatsApp, Kamis (2/3/2023).

Baca Juga  Dua Pria Dalam Video Diduga Warga Seluma, Salah Satunya Anak Mantan Kades

Lalu, sambung Jhoni Hendri, alat yang digunakan untuk melakukan aktivitas pertambangan sudah diamankan di Polda Bengkulu.

“Informasi terakhir kemarin, dua alat itu sudah di Polda,” ucap Jhoni Hendri.

Terpisah, pihak Polda Bengkulu saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Informasi terhimpun, penambang batu bara di kawasan hutan tersebut diduga telah menghancurkan area bekas tambang PT. Bukit Sunur yang sudah direklamasi seluas kurang lebih 1 hektare.

Jika aktivitas tambang batu bara illegal tersebut  dibiarkan begitu saja, tidak menutup kemungkinan akan memperluas area penambangan hingga ke hutan lindung.

Baca Juga  Mirip Kasus PDAM, Polda Geledah 2 Lokasi

Dari data didapat, diketahui aktivitas tambang batu bara illegal di hutan produksi Kabupaten Bengkulu Tengah atau tepatnya di area reklamasi bekas PT. Bukit Sunur tersebut ada pemodal kuat dibelakangnya. (BAY)

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!