BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyambut positif atas keberadaan komunitas ojek online (ojol) Trantibum binaan Satpol PP Kota Bengkulu yang menjadikan kawasan Taman Perjuangan di Simpang Bank Indonesia (BI) Kota Bengkulu sebagai tempat tongkrogan ojol.
Hal itu diungkapkan Dedy Wahyudi saat meninjau dan melihat langsung kondisi ruang publik sekaligus mendengarkan aspirasi komunitas ojol Trantibum yang selama ini turut beraktivitas dan menjaga kebersamaan di kawasan tersebut.
Menurutnya, aktivitas para pengemudi ojol yang berkumpul di kawasan tersebut justru memberikan dampak positif bagi lingkungan.
”Jadi Satpol PP ini punya binaan ojek online (ojol) namanya Ojol Trantibum. Teman-teman ojol ini biasanya menunggu orderan dan nongkrong di sini. Justru itu bagus, karena selama ini tempat ini sering menjadi tempat minum-minum oleh anak-anak muda yang kurang baik. Sekarang kawan-kawan ojol yang berkumpul di sini,” ujar Dedy.
Ia mengatakan, keberadaan komunitas ojol di ruang publik dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Saat berdialog dengan para pengemudi ojol, Dedy juga menerima sejumlah masukan, di antaranya terkait kebutuhan penerangan lampu dan penyediaan bak sampah di kawasan Taman Perjuangan.
Menanggapi hal tersebut, ia memastikan pemerintah kota akan segera menindaklanjuti kebutuhan yang disampaikan.
”Tadi mereka ada keluhan soal lampu, kemudian juga bak sampah. Kami akan langsung drop nanti. Insya Allah allah, untuk lampu dan bak sampah langsung kami eksekusi,” tegasnya.
Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang menjelaskan bahwa pembinaan komunitas ojol merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi antara Satpol PP dan masyarakat dalam menjaga ketenteraman serta ketertiban umum.
Ia menyebut, Wali Kota Bengkulu mendorong agar komunitas ojol tidak hanya menjadi kelompok yang beraktivitas di ruang publik, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.
Salah satu kegiatan yang telah dilakukan adalah gotong royong membersihkan Taman Perjuangan bersama komunitas ojol dan dibantu Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu.
”Beliau meminta agar komunitas-komunitas ojek online ini dibina menjadi komunitas yang ikut serta memelihara ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum. Salah satu kegiatan penting yang kami lakukan adalah memelihara dan membersihkan ruang-ruang publik,” kata Sahat.
Ia juga meluruskan bahwa kawasan yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Taman BI memiliki nama resmi Taman Perjuangan Pemerintah Kota Bengkulu.
Ke depan, Satpol PP berencana mendorong pemanfaatan taman tersebut sebagai ruang publik yang lebih hidup dan produktif. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah menghadirkan pertunjukan musik akustik pada akhir pekan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk bersantai dan menikmati suasana kota.
Menurut Sahat, upaya menghidupkan ruang publik tersebut sejalan dengan keberadaan sejumlah lokasi lain yang telah menjadi pilihan masyarakat, seperti Belungguk Point, Berendo, dan kawasan Pantai Panjang.
Selain menjaga kebersihan taman, Satpol PP bersama komunitas ojol juga akan menggiatkan gerakan gotong royong membersihkan masjid.
Program tersebut direncanakan menyasar masjid-masjid yang sering dilalui atau dikunjungi komunitas ojol, dengan target minimal dua masjid dibersihkan setiap bulan.
”Besok kita juga sama-sama mulai menggiatkan gerakan membersihkan masjid. Masjid-masjid yang sering dilihat oleh komunitas ojol akan kita bersihkan secara gotong royong. Paling tidak, dalam satu bulan ada dua masjid yang kita bersihkan bersama-sama,” pungkasnya. (JUL)





