BencoolenTimes.com, – Tidak menutup kemungkinan di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Indul Fitri 1442 hijriah, marak peredaran Uang Palsu (Upal). Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu mengimbau masyarakat lebih hati-hati dan waspada dan menerapkan sistem, Dilihat, Diraba dan Diterawang atau istilah 3D.
“Kalau diterawang ada tanda akhirnya, kalau diraba terasa kasar sedangkan dilihat cetakannya itu presisi. Jika dibandingkan dengan uang palsu, itu pesan kita kepada masyarakat,” kata Kepala perwakilan Bank Indonesia perwakilan Bengkulu, Joni Marsius, Rabu (28/4/2021).
Joni mengungkapkan, sejauh ini di Provinsi Bengkulu sendiri peredaran Upal masih relatif kecil.
“Tapi sejauh ini jumlah uang palsu beredar yang kita dapatkan dan kita teruskan ke aparat hukum, untuk di Provinsi Bengkulu masih relatif kecil jadi kita belum menjadi sasaran peredaran uang palsu,” ujar Joni.
Joni juga mengimbau masyarakat jangan lengah dalam mengatasi maraknya peredaran Upal
“Namun saya ingatkan kepada masyarakat jangan lengah dan tetap terapkan 3D untuk melihat uang itu palsu atau asli,” tegas Joni.
Jika masyarakat mendapati adanya uang palsu yang beredar, Joni menuturkan untuk segera melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib atau ke Bank Indonesia langsung.
“Kalau seandainya masyarakat mendapati peredaran uang palsu, silahkan laporkan ke pihak berwajib atau ke BI langsung. Namun uang palsu tidak dapat ditukarkan dengan uang asli karena uang palsu itu kan bukan uang namun setidaknya dapat mempersempit peredaran uang palsu tersebut,” tutup Joni.(PPJ)



