16.5 C
New York
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img

PBB Sebut Peran Konstitusional DPD RI Krusial bagi Pembangunan Daerah dan Dukung Visi Asta Cita

BencoolenTimes.com – Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia Madam Gita Sabharwal menegaskan pentingnya peran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam memastikan pembangunan nasional berjalan efektif dan berkeadilan hingga ke tingkat daerah.

PBB mengandalkan kepemimpinan Ketua DPD RI Sultan B Najamudin sebagai salah satu tokoh yang memperjuangkan agenda PBB dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

”Kami juga bekerja dengan pemerintah daerah untuk menguji solusi, mendorong inovasi, dan memperkuat kapasitas guna mempercepat pencapaian SDGs,” ucap Gita Sabharwal di sela-sela Sidang Paripurna DPD RI Ke-9 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 23 Apri 2026.

Dalam sistem desentralisasi Indonesia, sambungnya, peran konstitusional DPD RI dinilai strategis karena memastikan bahwa pembangunan berakar pada realitas yang dihadapi di daerah.

”Keberagaman tantangan di berbagai wilayah membutuhkan pemahaman mendalam agar setiap kebijakan dapat diterapkan secara efektif dan berkeadilan,” terang Gita Sabharwal.

Baca Juga  Wisatawan Komodo Dibatasi, Ketua DPD RI Sultan: Waktunya Kurang Tepat 

Ia mengatakan bahwa visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita dan RPJMN sangat bergantung pada implementasi di tingkat provinsi serta kabupaten/kota, melalui perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan yang tepat. PBB juga bekerja selaras dengan Asta Cita dengan menghadirkan keahlian teknis, solusi berbasis ilmu pengetahuan, serta pengalaman global untuk mendukung program nasional dan sub-nasional.

”Kolaborasi dilakukan bersama kementerian dan lembaga untuk mendukung perumusan kebijakan, mobilisasi sumber daya, serta pelaksanaan program dalam skala besar. Selain itu, kerja sama dengan pemerintah daerah difokuskan pada pengujian solusi, inovasi, dan penguatan kapasitas guna mempercepat pencapaian SDGs,” papar Gita Sabharwal.

Dalam sektor pertanian, lanjutnya, petani kecil yang mencakup lebih dari 90 persen petani masih menghadapi produktivitas rendah dan kerentanan terhadap cuaca ekstrem. Menjawab Asta Cita 2 terkait ketahanan pangan, Food and Agriculture Organization (FAO) bekerja di Jawa Timur dan Lampung melalui pemerintah provinsi dengan memperkenalkan praktik pertanian cerdas iklim, seperti irigasi tenaga surya, varietas tahan kekeringan, dan benih padi biofortifikasi. ”Upaya ini meningkatkan pendapatan perdesaan dan memperkuat sistem pangan, dengan proyeksi menjangkau hampir setengah juta petani,” lontar Gita Sabharwal.

Baca Juga  Ketua DPD RI Sultan Dianugerahi KWP Award 2026

Masih dalam Asta Cita 2, Gita Sabharwal menilai ketahanan energi menjadi perhatian khususnya bagi sekitar 800.000 kapal nelayan kecil yang masih bergantung pada bahan bakar dan menghadapi kerugian pasca-panen. Di Maluku Utara, United Nations Development Programme (UNDP) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkenalkan kapal nelayan hibrida tenaga surya serta solusi rantai dingin berbasis surya.

”Hasilnya, ketergantungan bahan bakar berkurang dan kehilangan pasca-panen menurun hingga 30 persen,”ujarnya.

UNDP juga mengembangkan jaringan listrik mini tenaga surya di desa-desa terpencil di Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur sebagai pengganti pembangkit diesel. Inisiatif ini menurunkan biaya energi rumah tangga hampir setengahnya, dengan pengelolaan yang sebagian besar melibatkan perempuan. ”Dalam bidang pendidikan, masih terdapat anak-anak yang tidak bersekolah di sejumlah provinsi,” kata Gita Sabharwal.

Baca Juga  Sultan Pastikan Usulan Lebong Tak Terhambat Birokrasi

Menjawab Asta Cita 4 terkait pembangunan sumber daya manusia, United Nations Children’s Fund (UNICEF) bekerja sama dengan pemerintah di Sulawesi Selatan untuk merancang pendekatan terintegrasi guna mengembalikan anak ke sekolah. ”Model ini kemudian diadopsi dan diperluas di Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua, dengan lebih dari 33.000 anak kembali bersekolah,” ucap Gita Sabharwal.

Tidak sampai di situ, Gita Sabharwal juga menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut diperkuat melalui dukungan PBB dalam mening. (JUL/RLS)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!