BencoolenTimes.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong terus berupaya untuk membuka ke terisoliran seluruh wilayah desa yang ada dalam 12 Kecamatan Sekabupaten Lebong.
Terbaru, Bupati Lebong Kopli Ansori mengunjungi Ditjen Pembangunan Desa Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia (RI).
Bupati Kopli didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Lebong Mustarani Abidin, Kadis PMD Lebong Reko Haryano, Kepala Bappeda Zulhendri dan Kepala BKD Lebong Erik Rosadi. Serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Lebong Fendi.

Kedatangan rombongan Pemkab Lebong diterima langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT RI, Sugito.
Dalam kesempatn tersebut, Pemkab Lebong mengajukan setidaknya 5 desa yang ada di wilayah Kecamatan Pinang Belapis dan Topos yang masuk dalam katageri tertinggal, terdepan dan terluar dalam wilayah Kabupaten Lebong. Pengajuan usulan dalam bentuk proposal tersebut untuk berbagai kegiatan percepatan pembanggunan sarana dan prasarana (sapras) pedesaan di 5 desa dalam 2 kecamatan tersebut.
‘’Benar, kita ke Kementerian Pemdes PDTT RI dalam rangka membawa berbagai usulan kegiatan pembangunan sapras dengan sasaran prioritas 5 desa dalam Kecamatan Pinang Belapis dan Kecamatan Topos. Usulan Proposal yang kita sampaikan sudah diterima lang Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan,’’ ungkap Bupati Kopli.
Dilanjutkan Bupati Kopli, sebelum proposal diserahkan, mereka terlebih dahulu menyampaikan pemaparan di depan Dirjen. Dengan harapan proposal tersebut diharapkan bisa menjadi objek kegiatan strategis Kemendesa PDTT.
‘’Harapan kita usulan ini bisa masuk dalam skala prioritas Kemendes PDTT RI,’’ imbuh Bupati Kopli.
Sementara itu, Sekda Lebong Mustarani Abidin menyampaikan, 5 desa dalam dua wilayah kecamatan tersebut, diusulkan agar bisa masuk dalam skala prioritas pembangunan tahun anggaran (TA) 2024 mendatang.
“Kita usulkan 5 desa dalam dua wilayah kecamatan, yait Kecamata Pinang Belapis dan Kecamatan Topos. Tentu harapannya ini bisa menjadi prioritas dalam pembangunan strategis tahun 2024 mendatang dari pemerintah pusat, khususnya Kemendes PDTT,’’ singkat Mustarani.(OIL)



