BencoolenTimes.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menurunkan angka stunting hingga mencapai target nasional 14 persen di tahun 2024. Salah satunya dengan melaksanakan Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2024 bersama stakeholder terkait.
ββIni merupakan rangkaian untuk memasukkan usulan dalam Musrembang RKPD 2025 mendatang. Di mana salah satu indikatornya terkait stunting,ββ terang Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Yuliswani, Kamis (28/3), usai membuka Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Bengkulu 2024, di Ruang Pola Kantor Gubernur Bengkulu.

Dilanjutkan Yuliswani, Rembuk Stunting melibatkan unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu. Serta OPD teknis terkait provinsi, kabupaten/kota serta jajaran akademisi dan menghasilkan 5 komitmen bersama.
Pertama, sambung Yuliswani, menetapkan target percepatan penurunan stunting Provinsi Bengkulu berbasis SKI/SSGI sebesar 13,5 persen untuk mendukung pencapaian target nasional. Kedua, peningkatan dukungan anggaran dan kualitas intervensi layanan bagi setiap sasaran prioritas stunting sesuai dengan kewenangannya.
Ketiga, tambah Yuliswani, peningkatan kinerja kelembagaan TPPS melalui efektivitas koordinasi dan kinerja setiap bidang. Keempat, meningkatkan peran multi sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting dan yang kelima, pengembangan praktik baik dan inovasi dalam upaya percepatan penurunan stunting.
ββTentu ini harus kita sosialisasikan ke seluruh stakeholder supaya bisa diturunkan. Karena stunting tidak cukup dilakukan satu instansi saja, melainkan seluruh pihak harus berkolaborasi dan bersinergi untuk melaksanakan tugas sesuai perannya masing-masing,ββ imbuh Yuliswani.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, SH, MH mengungkapkan, sesuai tupoksi, BKKBN Bengkulu fokus melakukan intervensi terhadap 97 ribu lebih keluarga yang berisiko stunting.
Hal tersebut, kata Zamhari, berdasarkan hasil pemutakhiran pendataan keluarga (PPK-2023) yang tersebar di berbagai tingkat kesejahteraan dan daerah yang ada di Provinsi Bengkulu. ββKami terus fokus pada intervensi terhadap keluarga-keluarga yang berisiko mengalami stunting, yang bisa disebabkan oleh faktor kesehatan dan lingkungan yang tidak bersih,ββ kata Zamhari.
Lebih dari itu, Zamhari menambahkan, BKKBN Bengkulu terus berkolaborasi lintas sektor dalam program percepatan penurunan stunting. Dengan menyasar keluarga berisiko stunting sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.
ββKolaborasi lintas sektor yang lebih baik diperlukan untuk mengintervensi keluarga berisiko stunting. Sehingga harus dilakukan secara terkoordinasi dan terpadu,ββ demikian Zamhari.(RLS/JRS)



