BencoolenTimes.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengenang almarhum Drs. H. Achmad Sardi HS, M.Si. sebagai sosok yang memiliki dedikasi besar dalam mendorong kemajuan Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, besarnya penghormatan masyarakat terhadap almarhum terlihat dari ratusan karangan bunga yang memenuhi area rumah duka, sebagai bukti luasnya jaringan pertemanan, pengabdian, dan jejak kebaikan yang ditinggalkan ayahanda Anggota DPD RI Apt. Hj. Destita Khairilisani dan Bupati Seluma Teddy Rahman.
Pernyataan tersebut disampaikan Herwan Antoni saat membuka takziah dan doa bersama malam ke dua, Jumat, 12 Juni 2026, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu di rumah duka. Kegiatan itu dihadiri jajaran Pemprov Bengkulu, Pemerintah Kabupaten Seluma, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama, serta keluarga besar almarhum.
”Sudah beberapa hari ini masyarakat terus berdatangan. Kita juga melihat begitu banyak karangan bunga yang memenuhi lokasi rumah duka. Ini menjadi bukti bahwa almarhum adalah orang baik, sosok yang dicintai, dihormati, dan didoakan oleh banyak orang,” kata Herwan.
Dalam sambutannya, Herwan Antoni menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena sedang menjalankan agenda kedinasan di Jakarta. Meski demikian, Gubernur menitipkan salam serta belasungkawa mendalam kepada keluarga besar almarhum.
”Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya orang tua tercinta dari Ibu Destita Khairilisani dan Bapak Teddy Rahman. Semoga almarhum diampuni segala dosa dan khilafnya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Herwan.
Menurut Herwan, almarhum merupakan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan Provinsi Bengkulu. Semasa hidupnya, almarhum kerap menyampaikan berbagai pemikiran dan masukan mengenai upaya memajukan daerah, meskipun tidak selalu berada di Bengkulu.
”Pak Gubernur menyampaikan bahwa almarhum adalah orang baik dan sangat peduli terhadap Provinsi Bengkulu. Beliau sering berbicara mengenai bagaimana Bengkulu bisa lebih maju dan berkembang,” katanya.
Herwan mengaku beberapa kali berdiskusi langsung dengan almarhum. Dalam setiap pertemuan, kata dia, almarhum selalu menunjukkan kecintaannya terhadap Bengkulu dan memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
Ia juga menilai keberhasilan dua putra-putri almarhum yang kini mengemban amanah sebagai pejabat publik tidak terlepas dari peran besar sang ayah dalam memberikan pendidikan, dukungan, serta nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.
”Beliau memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya untuk mengabdi kepada masyarakat. Hari ini kita melihat Ibu Destita dipercaya menjadi anggota DPD RI dan Bapak Teddy Rahman menjadi Bupati Seluma. Tentu ada peran besar orang tua di balik capaian tersebut,” ujarnya.
Selain dikenal sebagai figur keluarga yang berhasil mendidik anak-anaknya, almarhum juga memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi kemasyarakatan. Salah satunya melalui kiprahnya sebagai Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Bengkulu yang menaungi para pensiunan aparatur sipil negara.
Herwan menyebut almarhum telah banyak berkontribusi dalam mempererat hubungan antar-pensiunan ASN di Bengkulu. Berbagai kegiatan dan program yang dijalankan selama masa kepemimpinannya dinilai mampu memperkuat silaturahmi dan kebersamaan para anggota.
”Banyak hal yang telah diberikan almarhum kepada masyarakat Bengkulu. Salah satunya melalui pengabdiannya dalam menghimpun dan memperkuat kebersamaan para pensiunan ASN dari seluruh kabupaten dan kota,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Herwan mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima dan segala khilafnya diampuni.
”Kehadiran masyarakat yang begitu banyak, doa yang terus mengalir, serta dukungan yang diberikan kepada keluarga menunjukkan bahwa almarhum adalah sosok yang dicintai dan dihormati banyak orang,” katanya.
Takziah malam kedua berlangsung khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah agama, dan doa bersama. Herwan juga mengajak keluarga besar almarhum untuk tetap tabah dan ikhlas menghadapi musibah tersebut.
”Ini adalah ketentuan Allah SWT. Kuncinya adalah kesabaran dan keikhlasan. Insya Allah keluarga yang ditinggalkan akan diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Seluma Teddy Rahman mewakili keluarga besar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan doa sejak almarhum berpulang hingga pelaksanaan rangkaian takziah.
Ia mengatakan keluarga besar tidak henti-hentinya memohon doa serta keikhlasan masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup.
”Kami sekeluarga besar tidak henti-hentinya memohon ridho dan keikhlasan dari seluruh masyarakat untuk memaafkan dosa-dosa almarhum. Selama proses ini, kami juga telah banyak dibantu oleh berbagai pihak yang memberikan dukungan terbaik, baik secara moral maupun material,” ujar Teddy.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Seluma, masyarakat, para tetangga, kerabat, sahabat, dan seluruh pihak yang telah membantu keluarga menjalankan amanah almarhum.
”Oleh sebab itu, sekali lagi kami keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada tetangga, Pemerintah Kabupaten Seluma, dan semua pihak yang telah membantu keluarga besar kami. Banyak sahabat beliau yang datang dari berbagai daerah seperti Aceh, Kepahiang, hingga wilayah lainnya untuk memberikan penghormatan terakhir,” katanya.
Menurut Teddy, besarnya perhatian yang diberikan masyarakat menunjukkan bahwa almarhum merupakan sosok yang memiliki banyak sahabat dan dikenal luas karena aktif menjalin silaturahmi dengan berbagai kalangan.
”Almarhum sangat suka bersosialisasi. Sahabat-sahabat lama, rekan sekolah, dan kerabat beliau selalu dirangkul dengan baik. Karena itu kami melihat begitu banyak doa, dukungan, dan ungkapan belasungkawa yang disampaikan melalui media sosial maupun secara langsung kepada keluarga,” ungkapnya.
Teddy menambahkan berbagai dukungan yang mengalir menjadi penguat bagi keluarga untuk tetap tegar menghadapi kehilangan tersebut. Ia berjanji bersama keluarga akan terus menjaga nilai-nilai dan teladan yang diwariskan almarhum semasa hidup.
”Pelajaran, contoh, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan almarhum akan selalu kami pegang teguh. Insya Allah kami sebagai anak-anaknya akan berusaha menjaga amanah tersebut sebaik-baiknya,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama hidup almarhum terdapat kesalahan atau urusan yang belum terselesaikan.
”Jika ada sahabat, kerabat, atau masyarakat yang memiliki urusan yang belum selesai dengan almarhum, baik berupa amanah maupun hal lainnya, kami mohon untuk menyampaikan kepada keluarga. Insya Allah akan kami tindak lanjuti dan selesaikan dengan sebaik-baiknya,” tutup Teddy. (JUL/RLS)



