BencoolenTimes.com – Perampok warung manisan dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kota Bengkulu.
Perampok warung manisan di Kabupaten Kepahiang berinisial Ef (46) saat kejadian, memang sempat mencoba melarikan diri dan membuang senjata api (senpi) yang dibawa untuk mengancam para korban. Saat melarikan diri, Ef melompat dari lantai dua rumah sekaligus toko manisan.
Saat coba di konfirmasi di RS Bhayangkara, Kapolres Kepahiang, AKBP Eko Munarianto, belum mau memberikan komentar. Dan meminta media untuk wawancara setelah urusan di RS Bhayangkara selesai tersebut selesai.
Namun setelah urusan jenazah Ef selesai di RS Bhayangkara hingga mobil ambulance RS Bhayangkara berangkat membawa jenazah Ef pergi menuju Kota Lubuklinggau dimana Ef berasal. ‘’Nanti ya, nanti,’’ ujar Kapolres Ekp singkat.
Berita sebelumnya, perampok berjumlah tiga orang, namun yang menjadi eksekutor hanya satu orang menggunakan senpi, yaitu Ef. Dua lainnya menunggu di mobil yang berada diluar Toko Manisan.
Berdasarkan keterangan pemilik Toko Manisan, Tri Handayani, dirinya mengetahui aksi perampok tersebut sekitar pukul 03.00 WIB. ‘’Saya terbangun karena mendengar suara berisik dari luar kamar dan saya langsung cek CCTV,’’ cerita Tri kepada wartawan saat kejadian.
Saat melihat CCTV, sambung Tri, tidak terlihat adanya orang atau aktivitas apapun di beberapa ruangan Toko Manisan miliknya. ‘’Kami sempat keluar rumah, tapi masuk lagi ke dalam rumah,’’ sambung Tri.
Dilanjutkan Tri, saat masuk lagi ke dalam rumah itu, sang perampok yang bersembunyi di balik pintu, langsung menodongkan senjata mirip senjata api. ‘’Kami langsung di giring ke dalam kamar mandi dan sempat disuruh keluar lagi dari kamar mandi,’’ lanjut Tri.
Ditambahkan Tri, polisi dan warga datang sekaligus berhasil menangkap para pelaku sekitar pukul 06.00 WIB. ‘’Alhamdulillah kami sekeluarga bebas dari perampok dalam keadaan selamat,’’ imbuh Tri.
Selain Ef, dua rekanny yang lain, yaitu IW (24) dan LE (35), semuanya warga Kota Lubuklinggau, juga ikut diamankan. Dari hasil penyelidikan, Ef gunakan senpi rakitan dengan jenis peluru tajam sebanyak 6 butir.
Senpi rakitan tersebut sempat dibuang pelaku Ef saat mencoba melarikan diri dari kepungan polisi dan warga. Ef akhir melompat dari lantai 2 ruko dan mengalami luka dan akhirnya ketiga pelaku berhasil diamankan polisi dan warga.(OIL)



