BencoolenTimes.com – KP2 (Komunitas Peduli Pendidikan) Rejang Lebong mendukung Gubernur Bengkulu Terpilih Helmi Hasan menjadikan Bengkulu sebagai ‘Bumi Merah Putih’.
KP2 Rejang Lebong mendukung gagasan Gubernur Bengkulu Terpilih Helmi Hasan, telepas dari segala pro dan kontra. Serta mengapresiasi dan mendukung semangat beliau untuk membuat perubahan di Provinsi Bengkulu.
Apalagi hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kesungguhan dalam membantu rakyat yang menurut pandangan beliau masih terbelenggu seperti di jaman penjajahan.
‘’Sebagaimana kita ketahui bahwa karakteristik penjajah seperti kekerasan/ancaman, manipulasi dan eksploitasi telah menyengsarakan rakyat Indonesia termasuk di Provinsi Bengkulu,’’ kata Ketua KP2 Rejang Lebong, Helmi.
Mirisnya, sambung Helmi, hal tersebut masih sering dirasakan ditengah masyarakat walaupun sudah merdeka. Tidak bisa dipungkiri bahwa bunga rafflesia yang selama ini disebut-sebut sebagai ikon Provinsi Bengkulu memang diambil dari nama penemu bunga tersebut.
Nama Bunga Rafflesia diambil dari nama Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1818, yang merupakan Gubernur Jendral Inggris di Hindia Belanda dan pada saat itu sedang menjajah Indonesia.
‘’Sebagai praktisi pendidikan, kami juga masih sering merasakan adanya prilaku-prilaku ‘penjajah’ yang dilakukan oleh oknum-oknum penguasa seperti politisasi pendidikan, intimidasi dan manipulasi demi mencapai tujuan mereka,’’ sambung Helmi.
Belum lagi, lanjut Helmi, indikasi budaya ‘upeti’ yang masih sering terdengar untuk mendapatkan atau mempertahankan suatu jabatan. Hal ini tidak hanya mengganggu motivasi para pendidik dalam mengembangkan karir.
Tetapi juga sudah merusak nilai-nilai yang terkandung dalam dunia pendidikan yaitu religius, nasionalis, integritas, mandiri, gotong royong, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras dan kreativitas.
‘’KP2 berharap, dengan semangat ‘Merah Putih’, Gubernur Baru nanti dapat memberantas praktek-praktek kolonialisme yang selama ini masih sering terjadi khususnya pada sektor pendidikan di Provinsi Bengkulu,’’ demikian Helmi.(OIL)



