15.6 C
New York
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi Luncurkan Inovasi Puskesmas Buka 24 Jam

BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi resmi meluncurkan kebijakan baru agar seluruh Puskesmas di Kota Bengkulu buka 24 jam.

Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) dalam meningkatkan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat kapan saja.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, sebelumnya layanan Puskesmas hanya tersedia pada jam kerja, yakni pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Namun, mulai hari ini, seluruh Puskesmas di Kota Bengkulu akan beroperasi selama 24 jam penuh.

“Kalau selama ini masyarakat bisa berobat di Puskesmas hanya jam kantor, maka mulai hari ini kita launching seluruh Puskesmas di Kota Bengkulu buka 24 jam. Artinya, kalau masyarakat datang jam 05.00 pagi kita layani, jam 07.00 malam kita layani, bahkan jam 12.00 malam juga kita layani,” ujar Dedy Wahyudi, saat launching UPTD Puskesmas Penurunan, Senin, 26 Mei 2025.

Baca Juga  Walikota Bengkulu Tekankan Kadis Berinovasi Bukan Keluhan

Dedy Wahyudi menambahkan, kebijakan ini adalah bentuk komitmen pemerintah kota dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dukungan penuh juga datang dari seluruh kepala Puskesmas (Kapus) di Kota Bengkulu.

“Alhamdulillah seluruh Kapus mendukung. Nanti akan dibagi shift, karena terkadang masyarakat yang dalam kondisi darurat tidak bisa langsung ke rumah sakit, karena jaraknya jauh. Puskesmas yang sudah memenuhi standar, seperti Puskesmas Penurunan ini, akan menjadi contoh. Ke depan, seluruh Puskesmas insyaallah akan direnovasi dan disamakan standarnya seperti RS Harapan dan Doa (RSHD),” ujar Dedy Wahyudi.

Baca Juga  Walikota Bengkulu Ingin RISMA Setiap Masjid Aktif

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, menjelaskan, pada dasarnya Puskesmas sudah memungkinkan untuk buka 24 jam. Hanya saja, selama ini belum diterapkan secara optimal.

“Mulai awal bulan ini, Puskesmas kita upayakan buka 24 jam. Sebenarnya bisa, tapi belum dilakukan saja. Sekarang kita dorong agar tiap malam dan sore ada tenaga kesehatan yang standby,” jelas Joni.

Ia menambahkan, sistem kerja akan disesuaikan dengan sistem shift seperti di rumah sakit, dengan fokus utama memastikan perawat dan bidan selalu siap siaga.(JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!