BencoolenTimes.com – Melalui Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Letjen TNI Suharyanto, Presiden RI Prabowo Subianto Intruksikan penanganan dampak Gempa Bengkulu secara maksimal dan terukur.
Ini disampaikan Suharyanto didampingi Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni saat mengunjungi lokasi rumah rusak dampak Gempa Bumi Bengkulu beberapa waktu lalu.
‘’Presiden ingin penanganan bencana gempa ini dilakukan secara tepat, sehingga permasalahan di masyarakat bisa dipetakan secara cepat oleh pemerintah,’’ ungkap Suharyanto dalam keterangannya.
Berdasarkan data terkini, terdapat 155 bangunan yang mengalami kerusakan, dengan rincian kerusakan berat, sedang, hingga ringan. Dari jumlah tersebut, 42 rumah mengalami rusak berat dan harus dirobohkan.
Meski tidak ada korban jiwa akibat gempa, satu orang dilaporkan meninggal karena serangan jantung yang tidak berkaitan langsung dengan bencana.
Suharyanto juga menyampaikan apresiasi atas kesigapan pemerintah daerah dan seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan bencana.
“Saya sebagai Kepala BNPB mengapresiasi penanganan cepat dari pemerintah provinsi, Kota Bengkulu, serta dukungan dari TNI, Polri, dan pihak lainnya yang bahu-membahu meringankan beban masyarakat pascabencana,” tuturnya.
Dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah pusat melalui BNPB telah menetapkan besaran bantuan, Rp 60 juta untuk rumah rusak berat, Rp 30 juta untuk rusak sedang dan Rp15 juta untuk rusak ringan.(OIL/RMC)



