13.8 C
New York
Saturday, May 30, 2026

Buy now

spot_img

Tidak Punya Sertifikat Lahan, Pengembangan SMPN 43 Terhambat

BencoolenTimes.com – Sekalipun hanya memiliki siswa mencapai 50 orang, Keberadaan SMPN 43 Seluma di Dusun Bukit Gadis Desa Taba Lubuk Puding kecamatan Air Periukan, tak Kunjung di ingklapkan oleh perusahaan PTPN VII. Alhasil, pengembangan dan pembangunan sekolahpun ikut terhambat.

”Sekolah ini sudah sering didatangi pejabat seluma untuk melakukan pengukuran. Namun tetap saja sekolah ini kekurangan lahan sehingga susah berkembang,” sampai Kepala Sekolah SMPN 43 Seluma, Kateman.

Dijelaskan Kateman, terhitung dari tahun 2023 sampai saat ini sudah tidak terhitung lagi, mediasi yang dilakukan Pihak Sekda Seluma, Disperkimhub, Pertanahan Seluma dan Manajemen PTPN VII tersebut. Namun tetap tidak membuahkan hasil.

Baca Juga  Dua Dapur SPPG Seluma Dievaluasi BPK RI

Bahkan, pemerintah sendiri mendatangi sekolah ini untuk melakukan pendataan dan pengukuran kawasan sekolah ini sudah dilakukan, namun hingga saat ini sekolah masih berada di kawasan HGU PTPN VII.

”Jujur saja kami sangat awam untuk langkah pengembangan sekolah ini, karena memang tidak ada solusi lagi dari perusahaan BUMN yang tak kunjung mengingklapkan lahannya untuk sekolah ini,” jelas Kateman.

Diterangkan Kateman, sampai saat ini sekolah ini sendiri tidak ada lapangan upacara dan sarana toilet di sekolah. Khusus anak-anak sekolah yang hendak buang air kecil maupun buang air besar harus ke sungai.

Baca Juga  Seluma Juara Umum MTQ XXXVII Tingkat Provinsi Bengkulu 2026

Terkadang, Siswa tersebut tidak kembali lagi ke sekolah. Padahal sekolah kami mendapatkan bantuan pembangunan dari dinas pendidikan seluma, namun tidak jadi karena sekolah ini tidak memiliki sertifikat.

”Pembangunan sekolah tidak bisa karena sekolah ini tidak ada sertifikat. Padahal siswa di sini sendiri merupakan anak karyawan PTPN VII juga,” ungkap Kateman.

Menanggapi hal tersebut, Waka I DPRD Kabupaten Seluma, Syamsul Aswajar, mengaku baru mengetahui jika SMPN 43 Ini membutuhkan penambahan ruangan belajar, lapangan upacara serta toilet.

Sehingga membutuhkan lahan untuk pengembangan. Hanya saja hal tersebut tidak terwujud karena lahan tidak ada lagi.

Baca Juga  Harga TBS Anjlok, Pengusaha RAM Mengeluh

”Kita DPRD mengharapkan sekolah bisa menyurati DPRD untuk menyampaikan kebutuhan akan pengembangan sekolah tersebut, Agar DPRD menindak lanjutinya termasuk memanggil pihak pihak terkait,” singkat Syamsul.(LRS)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!