BencoolenTimes.com – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kukuhkan 455 lulusan pada prosesi wisuda program sarjana, profesi Ners dan Pascasarjana periode Mei 2026.
Universitas Muhammadiyah Bengkulu kukuhkan 455 lulusan pada proses wisuda yang digelar di Kota Bengkulu, Sabtu, 23 Mei 2026. Ratusan lulusan tersebut berasal dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UMB.
Wisuda periode ini menjadi momentum penting bagi para lulusan setelah menyelesaikan proses pendidikan akademik dengan capaian yang beragam, baik dari sisi prestasi, masa studi, maupun kualitas lulusan.
Berdasarkan data UMB, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 109 wisudawan. Disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 92 lulusan dan Fakultas Teknik 60 lulusan.
Kemudian, Fakultas Hukum 54 lulusan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 43 lulusan, Fakultas Pertanian dan Peternakan 41 lulusan, Fakultas Agama Islam (FAI) 37 lulusan, serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) sebanyak 29 lulusan.
Selain jumlah lulusan, capaian akademik para wisudawan juga menjadi perhatian dalam wisuda kali ini. Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,52 dengan rata-rata masa studi program sarjana selama 3 tahun 11 bulan 13 hari.
Sementara itu, rata-rata masa studi program Pascasarjana tercatat selama 1 tahun 10 bulan 6 hari. Adapun program profesi Ners diselesaikan rata-rata dalam waktu 1 tahun 11 bulan 18 hari.
Pada kategori lulusan terbaik program sarjana, peringkat pertama diraih oleh Wike Selvia Fauzi dari Program Studi Ilmu Komunikasi dengan capaian IPK sempurna 4,00 dan predikat pujian.
Posisi terbaik kedua diraih Salsa Nabila Putri dari program studi yang sama dengan IPK 3,98. Sementara itu, posisi terbaik ketiga diraih Yutresa Chaya Ningrum dari Program Studi Agroteknologi dengan IPK 3,97.
Untuk program profesi Ners, predikat lulusan terbaik diraih Devi Riana dengan capaian IPK 3,86. Sedangkan pada program Pascasarjana, lulusan terbaik pertama diraih Miftah Faridh dari Program Studi Magister Manajemen dengan IPK 3,97.
Posisi terbaik kedua diraih Suwarno dari Program Studi Pedagogi dengan IPK 3,94, sedangkan terbaik ketiga diraih Zona Amelia dengan capaian IPK serupa, yakni 3,94.
Rektor UMB, Susiyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang sarjana, profesi, maupun Pascasarjana.
Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akademik bukan hanya tentang memperoleh ijazah dan pekerjaan, tetapi juga tentang membangun karakter, integritas, serta kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat.
‘’Para alumni diharapkan mampu membangun jejaring kolaborasi dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Menjadi lulusan UMB tidak sekadar mengantongi ijazah dan memperoleh pekerjaan, tetapi juga harus menjadi pribadi yang berkarakter dan berdampak bagi lingkungan sosial,’’ ujar Susiyanto.
Ia mengatakan para lulusan telah melewati berbagai tantangan selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi. Bekal ilmu pengetahuan, pengalaman akademik, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMB diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
‘’Selamat kepada seluruh wisudawan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal untuk terus berkarya di tengah masyarakat,’’ katanya.
Dalam momentum wisuda tersebut, Rektor UMB juga memperkenalkan sejumlah Mahasiswa Internasional yang saat ini aktif menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Kehadiran mahasiswa asing dinilai menjadi bagian dari upaya internasionalisasi kampus sekaligus memperkuat keberagaman lingkungan akademik di UMB.
Mahasiswa Internasional tersebut antara lain Sulemana Fusina asal Ghana yang tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahda Hameeyaae asal Thailand di Program Studi PAI, Kansime Cathy asal Uganda di Program Studi Ilmu Komunikasi, serta Maawiya Adhan Abdi asal Kenya yang menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Informatika.
Selain itu, terdapat Flomo R. Sirmanlee asal Liberia di Program Studi Arsitektur, Bibi Hamla Khalili asal Afghanistan di Program Studi Teknik Informatika, Hamdi Hamood Ahmed asal Yaman di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Nur Mohammad Emon asal Bangladesh di Program Studi Manajemen, serta Mohammed Takut asal Ethiopia di Program Studi Ilmu Hukum.
Susiyanto menegaskan mahasiswa internasional tersebut bukan peserta pertukaran pelajar, melainkan mahasiswa aktif yang secara resmi menempuh pendidikan di UMB. ‘’Semua mahasiswa internasional ini bukan pertukaran mahasiswa, tetapi mereka adalah mahasiswa UMB,’’ tegasnya.
Prosesi wisuda periode Mei 2026 ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi para lulusan, tetapi juga awal perjalanan baru untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
UMB berharap para alumni dapat menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor.(OIL)



