28.3 C
New York
Friday, April 17, 2026

Buy now

spot_img

Puji Diplomasi Dagang Prabowo, Sultan: Perkuat Pengembangan Koperasi Merah Putih 

BencoolenTimes.com – Diplomasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto membuahkan hasil adanya penurunan tarif ekspor dari potensi 32 persen oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjadi 19 persen, serta fasilitas tarif 0 persen untuk komoditas strategis.

Beberapa di antaranya; minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang dan sebanyak 1.819 pos tarif mendapatkan akses preferensial.

Menanggapi itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin mengatakan kesepakatan dagang ini berpeluang memperkuat pengembangan perekonomian nasional berbasis koperasi di setiap desa.

Baca Juga  Ketua DPD RI Sultan Dianugerahi KWP Award 2026

”Capaian diplomasi dagang Presiden Prabowo akan memberikan dampak nyata pada pengembangan Koperasi Merah Putih. Dan secara langsung menciptakan jutaan lapangan kerja di sektor rill Indonesia,” ujar Sultan melalui keterangan resminya, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, kesepakatan dagang antara Indonesia di tengah turbulensi geopolitik menjadi bukti kepiawaian Presiden Prabowo Subianto yang menerapkan politik bebas aktif Indonesia di antara pemimpin negara-negara maju.

”Di samping karena potensi pasar kedua negara yang sama-sama menjanjikan di antara negara-negara G20, capaian positif ini didukung oleh kesepahaman dan visi pembangunan ekonomi sekaligus agenda mewujudkan perdamaian dunia dari pemimpin kedua negara,” tegasnya.

Baca Juga  Sultan Pastikan Usulan Lebong Tak Terhambat Birokrasi

Mantan wakil Gubernur Bengkulu ini juga mendorong pemerintah daerah untuk menindaklanjuti capaian positif diplomasi dagang Presiden Prabowo dengan menyiapkan ekosistem hilirisasi komoditas perkebunan unggulan di masing-masing daerah.

”Pemda harus pro aktif menyambut kado diplomatik dagang presiden dengan mengembangkan komoditas ekspor unggulan melalui Koperasi Merah Putih. Dalam konteks persaingan global, selisih tarif yang timpang tersebut sangat menentukan daya saing harga di pasar utama global,” tutupnya. (JUL/RLS)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!