13.5 C
New York
Tuesday, June 2, 2026

Buy now

spot_img

Ketua DPD RI Minta Petani Tenang, Harga TBS Kembali Normal

BencoolenTimes.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin merespon adanya penurunan harga secara drastis Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di berbagai provinsi pada Minggu terakhir yang memberikan kekhawatiran dikalangan pelaku pertanian akan kepastian harga ke depan.

Teranyar, DPD RI berkoordinasi dengan pemerintah meyakini penurunan harga ini hanya akan bersifat sementara dan akan kembali normal dalam waktu dekat.

”Kemarin sudah ketemu lagi (Wamentan RI, red) dan kita memahami apa yang terjadi di lapangan dan pak Sudaryono meyakinkan harga akan secara bertahap kembali normal,” ungkap Sultan Baktiar Najamudin kepada media Selasa, 2 Juni di Jakarta.

Sultan menambahkan sejak gejolak penurunan harga mulai terjadi di daerah pada pada akhir bulan lalu, dirinya sudah menyampaikan keluhan para petani sawit langsung ke pihak Kementan dan Wamentan agar bisa secepatnya diambil kebijakan agar dampak ekonomi tidak semakin meluas.

Baca Juga  Sultan: Komitmen Perjuangkan Kenaikan Jumlah Penerima Beasiswa PIP

Menurutnya, Fluktuasi harga karena adanya perubahan kebijakan pemerintah sebenarnya hal yang wajar dalam ekonomi dan sifatnya sementara. ”Ini semacam kaget saja, jika semua aturan main teknis dari kebijakan ekport satu pintu itu sudah mantap, pasar pasti akan menyesuaikan diri,” kata Sultan

”Kita minta petani agar tetap tenang dan DPD fokus untuk masalah ini agar putaran ekonomi dari petani sawit dapat tetap terjaga dan kita minta agar ada koordinasi yang kuat dari pihak kementerian pertanian dan pemerintah daerah dapat menenangkan kondisi di lapangan,” tegas Sultan

Penurunan harga TBS sawit terjadi di banyak provinsi di pulau Sumatera, Kalimantan dan provinsi penghasil komoditi sawit. Hal ini diyakini sebagai efek kejut dari kebijakan ekspor satu pintu via BUMN berdampak terhadap petani kelapa sawit.

Baca Juga  Harga TBS Anjlok, Pengusaha RAM Mengeluh

Di Provinsi Bengkulu misalnya Harga TBS kelapa sawit yang awalnya menyentuh Harga Rp 3.100 per kilogram, saat ini turun menjadi Rp 2.400 per kilogram pasca adanya kebijakan Presiden Prabowo yang mengharuskan ekspor CPO melalui PT. Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang mempunyai peran vital mengelola dan mengatur aliran ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia.

Wamentan Ancam Cabut Izin Pabrik Yang Permainkan Harga

Dalam keterangan pers Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono mengungkapkan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia masih stabil bahkan cenderung meningkat. Karena itu, ia meminta pelaku usaha tetap menggunakan acuan harga PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) dalam melakukan transaksi perdagangan. ”Kami meminta kepada pelaku usaha sawit di hilir agar acuan PT KPBN menjadi acuan harga dan menghindari withdraw, sehingga pembelian besar dengan harga yang baik tetap berjalan,” ujarnya.

Baca Juga  Harga TBS Anjlok, Pengusaha RAM Mengeluh

Selain itu, pemerintah juga meminta kepala daerah aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan harga TBS di lapangan. Sudaryono meminta gubernur, bupati, walikota hingga dinas terkait memastikan pabrik kelapa sawit membeli TBS sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024. ”Kepala daerah kita minta aktif melakukan pemantauan terhadap harga pembelian TBS oleh PKS dan memastikan pembelian sesuai ketentuan,” ucapnya.

Pemerintah juga mengingatkan adanya sanksi bagi perusahaan yang melanggar aturan pembelian TBS. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah akan mengidentifikasi pabrik kelapa sawit beserta afiliasi usahanya. ”Jika ada pelanggaran tentu ada sanksi administratif dan juga pencabutan izin,” ungkapnya. (JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!