BencoolenTimes.com – Sempat beredar di Media Sosial (Medsos) tiga orang anak sebagai komplotan geng motor dan pelaku begal. Kuasa hukum korban, Benni Hidayat, SH, didampingi Bondang Jansindu, SH, membantah informasi tersebut.
Benni menegaskan bahwa satu anak memang terlibat dalam keributan dengan seorang pengemudi ojek online (Ojol), sementara dua anak lainnya menjadi korban pemukulan, bukan pelaku begal.
Teranyar, berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang telah diperoleh pihaknya, narasi yang beredar di Medsos tidak sesuai dengan fakta kejadian.
”Anak-anak ini bukan begal seperti yang disampaikan dan beredar selama ini. Informasi yang menyebut mereka sebagai begal adalah tidak benar dan hoaks,” tegas Benni, Sabtu, 25 Juli 2026.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026 pekan lalu sekitar pukul 15.00 WIB sore di Jalan Rafflesia, Kelurahan Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.
Menurut Benni, kejadian bermula ketika tiga anak berboncengan sepeda motor hendak keluar dari rumah. Saat bersamaan, mereka berpapasan dengan seorang pengemudi Ojol yang melintas dari arah berlawanan.
Diduga karena terkejut, pengemudi Ojol kemudian berbalik arah dan mengejar ketiga anak tersebut hingga ke sebuah warung. Di lokasi itu terjadi adu mulut yang berujung perkelahian.
Dalam insiden tersebut, pengemudi Ojol mengalami luka tikam yang diduga dilakukan oleh salah satu dari tiga anak tersebut. Sementara itu, dua anak lainnya disebut tidak terlibat dalam penikaman.
Benni mengatakan, salah satu anak yang kini didampinginya justru berupaya melerai perkelahian. Anak tersebut bahkan disebut sempat mengamankan senjata yang digunakan dalam penikaman.
”Anak yang kami dampingi bukan pelaku penikaman. Justru dia berusaha melerai dan mengamankan senjata yang digunakan,” ujarnya.
Setelah kejadian, anak yang diduga melakukan penikaman melarikan diri dan sempat dikejar oleh pengemudi Ojol. Namun, setelah kembali ke lokasi, pengemudi Ojol malah melakukan pemukulan terhadap anak yang sebelumnya berusaha melerai.
Tidak lama kemudian, kata Benni, pengemudi Ojol menghubungi rekan-rekannya sehingga sejumlah pengemudi Ojol lainnya datang ke lokasi tersebut. Anak-anak tersebut kemudian kembali menjadi sasaran pemukulan.
Peristiwa itu sempat direkam dan videonya beredar luas di Medsos disertai narasi yang menyebut anak-anak tersebut sebagai geng motor dan pelaku begal.
Benni menilai narasi tersebut menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta yang terekam dalam CCTV.
”Rekaman CCTV menunjukkan bahwa anak-anak ini bukan pihak yang memulai kejadian. Mereka justru menjadi korban pemukulan secara bersama-sama,” katanya.
Atas dugaan pemukulan dan pengeroyokan tersebut, pihak keluarga telah melaporkan oknum pengemudi Ojol ke Polresta Bengkulu.
”Laporan sudah kami sampaikan ke Polresta Bengkulu dan dilaporkan langsung oleh ibu dari anak yang menjadi korban,” ujar Benni.
Pihaknya berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif dengan mengedepankan fakta-fakta yang diperoleh dari hasil penyelidikan, termasuk rekaman CCTV dan keterangan para saksi, sehingga informasi yang berkembang di masyarakat tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman. (JUL)



