BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memberikan imbauan kepada jajarannya di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu untuk mengubah pola pikir dalam bekerja.
Ia menekankan bahwa setiap program kerja tidak boleh hanya terjebak pada proses administrasi atau teori semata, melainkan harus menghasilkan dampak nyata (output) bagi masyarakat.
”Kerja itu harus ada outputnya, hasilnya ada tidak? Mau caranya bagaimana terserah, tapi jangan melanggar aturan,” tegas Dedy.
Menurutnya, efektivitas kinerja pemerintah daerah harus bisa dibuktikan melalui angka dan data yang valid. Ia mencontohkan, keberhasilan program pengentasan kemiskinan harus terlihat dari menurunnya angka kemiskinan secara statistik, bukan sekadar laporan kegiatan.
Begitu pula di sektor lainnya. Dedy menuntut adanya peningkatan kualitas pendidikan yang nyata serta kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bengkulu sebagai indikator totalitas kerja pemerintah.
”Jangan terlalu banyak teori, jangan terjebak di proses. Kalau bicara soal kemiskinan, menurun tidak angkanya? Bicara soal pendidikan, meningkat tidak kualitasnya? Jadi, semua harus terukur,” tambahnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih inovatif dan fokus pada solusi praktis. Dedy mengingatkan bahwa masyarakat tidak butuh proses yang berbelit-belit, melainkan bukti nyata dari program-program yang dijalankan pemerintah.
Dengan pendekatan yang berorientasi pada hasil ini, Pemkot Bengkulu diharapkan mampu mempercepat pencapaian target-target pembangunan dan memberikan pelayanan yang lebih maksimal bagi warga Kota Bengkulu. (JUL/RMC)



