BencoolenTimes.com – Ajakan Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan kepada masyarakat untuk memperbanyak istighfar dan melaksanakan salat taubat bukan berarti menggantikan kerja pemerintah dengan doa.
Pesan tersebut perlu dipahami sebagai ajakan untuk menggabungkan ikhtiar lahiriah dengan ikhtiar spiritual. Persoalan di tengah masyarakat tetap membutuhkan solusi teknis, ekonomi dan administratif, tetapi dalam pandangan Islam, manusia juga perlu memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Artinya, ketika muncul persoalan seperti kelangkaan atau antrean BBM, bukan berarti masyarakat cukup dengan melaksanakan salat taubat tanpa ada upaya penyelesaian dari pemerintah.
Sebaliknya, pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM. Di sisi lain, masyarakat diajak melakukan introspeksi dan memperbaiki perilaku.
Allah SWT berfirman:
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, baginya kehidupan yang sempit.”
Al-Quran Surah Thaha: 124
Allah SWT juga berfirman:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”
Al-Quran Surah Al-A’raf: 96
Dari sini, konsep “solusi langit” dapat dipahami sebagai upaya memperkuat iman yang kemudian tercermin dalam amal dan perilaku sehari-hari.
Iman mendorong manusia untuk berbuat baik. Amal yang baik melahirkan kejujuran, amanah, disiplin dan kepedulian. Dalam konteks kehidupan sosial, nilai-nilai tersebut dapat mencegah perilaku yang memperburuk persoalan, seperti menimbun barang, membeli secara berlebihan, mengambil hak orang lain atau mencari keuntungan dengan merugikan masyarakat.
Dengan demikian, salat taubat bukan pengganti kerja pemerintah. Salat taubat merupakan bagian dari ikhtiar spiritual untuk memperbaiki manusia, sementara pemerintah tetap menjalankan ikhtiar teknis untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.
Solusi Bumi dan Solusi Langit
Dalam persoalan BBM, pemerintah tetap bekerja. Pemerintah Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait ketersediaan dan distribusi BBM.
Pada 17 September 2026, Gubernur Bengkulu menyatakan stok BBM di Bengkulu dalam kondisi aman. Tambahan pasokan juga disiapkan dari Teluk Kabung dan Lubuklinggau.
Adapun antrean yang terjadi disebut berkaitan dengan meningkatnya volume pembelian, peralihan konsumen, perbedaan harga serta penyesuaian sistem pembayaran.
Karena itu, ajakan untuk memperbanyak istighfar dan melaksanakan salat taubat perlu ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual, bukan sebagai pengganti penyelesaian persoalan teknis.
Solusi di bumi tetap dijalankan melalui kebijakan dan kerja pemerintah. Solusi langit ditempuh melalui doa, introspeksi dan perbaikan amal. (***)





