13.9 C
New York
Tuesday, November 3, 2026

Buy now

spot_img

Antisipasi Gempa dan Tsunami, Basarnas Simulasikan Evakuasi Korban di Bencoolen Mall

spot_img

BencoolenTimes.com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu bersama manajemen Bencoolen Mall menggelar simulasi penanganan gempa bumi dan evakuasi korban, Selasa, 3 November 2026.

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat internal atau Internal Rescue Team (IRT) Bencoolen Mall dalam menghadapi potensi bencana, terutama gempa bumi dan tsunami yang mengancam wilayah pesisir Bengkulu.

Simulasi tersebut dirancang menyerupai kondisi darurat ketika gempa bumi terjadi saat aktivitas pengunjung dan operasional pusat perbelanjaan sedang berlangsung.

PIC Penanganan Gempa Bumi Bencoolen Mall dari Basarnas Bengkulu, Siam Joyo, mengatakan kegiatan diawali dengan pembekalan kepada seluruh anggota IRT sejak pukul 09.00 WIB.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan tindakan dalam keadaan darurat, teknik pembidaian korban, serta prosedur penanganan dan evakuasi ketika terjadi gempa bumi.

”Basarnas dan Bencoolen Mall bekerja sama melaksanakan simulasi penanganan gempa bumi yang berpotensi terjadi di kawasan Bencoolen Mall. Sejak pukul 09.00 WIB, kami memberikan pembekalan kepada tim IRT, mulai dari penanganan keadaan darurat hingga teknik pembidaian, kemudian dilanjutkan dengan simulasi,” ujar Siam Joyo di Main Atrium Bencoolen Mall.

Baca Juga  Payless Buka Gerai Pertama di Bencoolen Mall, Tawarkan Sepatu dan Aksesori hingga Promo Akhir Oktober

Dalam skenario latihan, gempa bumi digambarkan terjadi ketika pusat perbelanjaan sedang dipadati aktivitas pengunjung. Sejumlah korban disimulasikan berada di beberapa titik, mulai dari lantai dasar, lantai satu hingga lantai dua.

Tim IRT Bencoolen Mall kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban sesuai prosedur keselamatan yang telah diberikan saat pembekalan.

Namun, dalam skenario tersebut, terdapat satu korban yang masih terjebak di lokasi sulit dijangkau sehingga membutuhkan bantuan personel profesional.

Tim Bencoolen Mall kemudian menghubungi Basarnas Bengkulu untuk meminta bantuan penyelamatan.

Personel Basarnas selanjutnya melakukan evakuasi menggunakan teknik triloland dengan dukungan tim rescue. Teknik tersebut digunakan untuk menurunkan korban dari lokasi yang sulit dijangkau menuju area yang lebih aman.

Siam Joyo menjelaskan, simulasi seperti ini penting dilakukan secara berkala mengingat Bengkulu merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Baca Juga  Bencoolen Mall Gelar Event The Wedding Collective 2026: Wadah Persiapan Kebutuhan Calon Pengantin

Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi melalui latihan, peningkatan keterampilan personel, serta penguatan koordinasi antarlembaga.

”Latihan ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi apabila benar-benar terjadi gempa bumi. Mengingat lokasi kita berada di wilayah pesisir, kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin. Tahun lalu sudah dilaksanakan latihan dan tahun ini kembali dilakukan agar seluruh personel semakin siap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Operasional Bencoolen Mall, Suhartok, menyambut positif kerja sama dengan Basarnas Bengkulu tersebut.

Menurutnya, simulasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan personel pusat perbelanjaan untuk merespons situasi darurat, khususnya gempa bumi yang berpotensi diikuti tsunami.

”Manajemen Bencoolen Mall sangat menyambut baik kerja sama dengan Basarnas Bengkulu. Kegiatan seperti ini memang harus dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kesiapsiagaan kami dalam menghadapi bencana maupun keadaan darurat di Kota Bengkulu, terutama gempa bumi hingga tsunami,” kata Suhartok.

Selain kesiapan menghadapi gempa bumi, manajemen Bencoolen Mall juga terus meningkatkan standar keselamatan gedung untuk mengantisipasi potensi kebakaran.

Baca Juga  Basarnas Bengkulu Bersama Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah Siswi Tenggelam di Pantai Berkas

Sejumlah fasilitas keselamatan, seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran, menjadi perhatian manajemen agar selalu dalam kondisi siap digunakan.

”Kami terus meningkatkan standar keselamatan, baik dari sisi APAR maupun hidran. Kami juga terus membangun kolaborasi dengan Basarnas. Artinya, kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana dan keadaan darurat menjadi perhatian serius manajemen,” ujarnya.

Suhartok menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada fasilitas keselamatan, tetapi juga membutuhkan latihan rutin dan koordinasi yang baik.

Melalui simulasi tersebut, tim IRT Bencoolen Mall diharapkan semakin memahami prosedur penyelamatan, mampu mengambil tindakan secara cepat dan tepat serta meminimalkan risiko jatuhnya korban apabila bencana benar-benar terjadi.

Kolaborasi Basarnas Bengkulu dan manajemen Bencoolen Mall ini sekaligus menjadi upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan pusat perbelanjaan demi melindungi keselamatan pengunjung, karyawan, dan seluruh masyarakat yang beraktivitas di dalam gedung. (JUL)

spot_img

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!