BencoolenTimes.com – Program Bantu Rakyat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu kembali menyentuh warga yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Miayati, seorang lansia yang tinggal bersama cucunya di Jalan Mahoni, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Senin, 2 November 2026.
Miayati diketahui hidup sebatang kara bersama cucunya yang baru saja menamatkan pendidikan SMA. Keduanya tinggal dalam kondisi sederhana. Bahkan, sang cucu belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan dan hingga kini ijazah SMA miliknya belum bisa ditebus.
Kondisi tersebut terungkap saat berlangsung siaran langsung (live) TikTok Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama pihak BPJS Kesehatan. Dalam kesempatan itu, cucu Miayati menyampaikan permohonan agar kepesertaan BPJS Kesehatannya dapat diaktifkan.
Mendengar permintaan tersebut, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Ricco Anggara, langsung menindaklanjuti dengan mendatangi kediaman Miayati bersama Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pemprov Bengkulu.
Setelah melihat langsung kondisi keluarga tersebut, Ricco merasa prihatin dan berinisiatif mengajukan bantuan sembako kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu.
Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, H. Yulkamra, kemudian turun langsung menyerahkan bantuan sembako kepada Miayati dan cucunya.
Tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan pokok, Yulkamra juga menanyakan kelanjutan pendidikan cucu Miayati. Saat mengetahui ijazah SMA miliknya belum ditebus karena keterbatasan biaya, Yulkamra menyatakan kesediaannya membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
”Kita urus administrasi dan konsultasi ke pihak sekolah dulu. Kalau sudah selesai kita eksekusi,” kata Yulkamra.
Ia menjelaskan, proses bantuan penebusan ijazah akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pihak sekolah agar seluruh persyaratan administrasi dapat diselesaikan.
Yulkamra juga menyampaikan salam dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang belum dapat hadir secara langsung karena memiliki agenda lain.
”Salam dari Bapak Gubernur Helmi Hasan. Maaf belum bisa hadir di tengah kita karena ada kesibukan yang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yulkamra menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan Baznas Provinsi Bengkulu bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, serta para muzaki di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, dana ZIS tersebut merupakan amanah yang harus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program-program sosial dan kemanusiaan.
Sementara itu, cucu Miayati menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Yulkamra, serta tim BPJS Kesehatan dan URC Pemprov Bengkulu yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarganya.
Ia berharap program Bantu Rakyat terus berjalan sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu yang mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.
Melalui kolaborasi Pemprov Bengkulu, BPJS Kesehatan, dan Baznas, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan beban kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membantu membuka kembali kesempatan pendidikan bagi masyarakat yang terkendala biaya. (JUL)





