BencoolenTimes.com – Anggaran Program Revitalisasi Sekolah, akan meningkat pada Tahun Anggaran (TA) 2026 mendatang.
‘’Jika tahun 2025 ini hanya Sebelas Miliar Rupiah, kemungkinan besar dan dipastikan jumlahnya tahun depan bertambah hingga mencapai Duapuluh Miliar Rupiah,’’ sebut Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma, Munarman Safui, melalui Kabid SMP, Andri Husein kepada wartawan.
Disampaikan Andri, bertambahnya anggaran program revitalisasi ini di karenakan masih banyaknya fasilitas pendidikan yang di perlukan untuk perbaikan dan pembangunan.
Seperti dalam usulan pada data dapodik yang sudah di update oleh masing masing sekolah. ‘’Besar harapan penambahan anggaran program revitalisasi ini berkaca pada usulan data dapodik,’’ sampai Andri.
Disampaikan juga, jika tahun 2025 ini sudah tercatat beberapa sekolah penerima program revitalisasi ini yaitu SMPN 22 Seluma, SMPN 6 Seluma, SMPN 7 Seluma, SMPN 48 Seluma, SMPN 29 Seluma, dan SMPN 47 Seluma.
Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 11 miliar untuk enam sekolah tersebut. ‘’Ini baru untuk Sekolah menengah saja, jumlah ini belum termasuk sekolah dasar,’’ sebut Andri.
Diketahui, saat ini keseluruhan sekolah penerima program revitalisasi ini sudah mencapai 85 persen. Menyisakan satu sekolah SMPN 22 saja yang baru mencapai 55 persen dan selebihnya sudah mencapai 85 persen.
‘’Saat ini beberapa sekolah tinggal finising dan dipastikan selesai pada tutup buku 31 Desember mendatang,’’ ungkap Andri.
Meskipun demikian, sejumlah catatan di berikan oleh kementrian. Di mana mengharuskan pekerjaan di percepat dengan menambah jumlah pekerja.
‘’Catatan secara khusus untuk SMPN 22 adalah pekerjaan harus selesai pada tertanggal 31 desember. Sehingga mau tidak mau harus menambah jumlah pekerja di lokasi tersebut,’’ sambung Andri.
Di mana keterlambatan pada pekerjaan di SMPN 22 ini adalah karena akses jalan untuk mobilisasi material yang memang sulit. Karena sekolah ini berada di kawasan terpencil.
Hanya saja, di penghujung tahun batas akhir, seluruh pekerjaan dan laporan keuangan juga harus selesai pula. ‘’Kendalanya memang akses jalan yang posisinya terpencil harus ekstra dan laporan keuangan dan pekerjaan harus berakhir pada akhir juga,’’ imbuh Andri.(LRS)



