Demo, Massa Tuntut Gubernur Cabut IUP PT. Imnas

BencoolenTimes.com,– Koalisi Selamatkan Bentang Seblat melaksanakan aksi di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, menolak pertambangan Batu Bara PT Imnas Abadi, Senin (25/10/2021) pagi.

Saat orasi, Koalisi Selamatkan Bentang Seblat menyatakan penolakan PT Inmas Abadi, karena dinilai sejak 2014 pertambangan tersebut merusak wisata, keanekaragaman hayati hutan Sumatera termasuk Harimau dan Gajah Sumatera, habitat puspa langka Bunga Rafflesia dan terancamnya sumber air bersih.

Puluhan massa aksi perwakilan mahasiswa,  OKP, NGO serta perwakilan masyarakat menuntut Gubernur/mentri untuk mencabut izin No. I 215 ESDM tahun 2017 tentang izin usaha pertambangan (IUP) yang bermasalah di lahan seluas 4.051 hektar dan meminta mentri LHK untuk tidak mengubris permintaan PT. Imnas Abadi untuk menyusun dokumen Amdal.

Andes Beta, Wakil Koordinator Aksi mengatakan, berdasarkan kajian, lahan seluas 735 hektar tumpang tindih dengan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Seblat. Lalu, 1.915 hektar tumpang tindih dengan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Lebong, Kandis Register 69 dan seluas 540 hektar tumpang tindih dengan Hutan Produksi Konversi (HPK).

“Gubernur telah menyatakan kepada Siti Nurbaya selaku mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk meninjau kembali Tambang Imnas Abadi di Seblat, namun tidak ada pengaruh, yang artinya gubernur tidak berguna saat ini, gubernur telah dikangkangi oleh Oligarki,” Andes Beta.

Masa aksi juga mengkaitkan kerusakan alam dengan fenomena banjir yang melanda Provinsi Bengkulu karena lokasi tambang merupakan hulu Sungai Besar di Bengkulu seperti Sungai Seblat, Sungai Ketahun dan Majunto.

“Maka dari itu, kami Koalisi Selamatkan Bentang Seblat mengajak seluruh lembaga untuk ikut serta dalam penolakan penerbitan izin penambangan batu bara PT. Inmas Abadi dengan mengirimkan surat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan Dinas LHK Kabupaten Bengkulu Utara,” jelasnya. (Cw2)