BencoolenTimes.com, – Aksi demo penolakan kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) disuarakan oleh KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Bengkulu di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (5/9/2022).
Ketua Daerah KAMMI Bengkulu Ricki Pratama mengatakan bahwa, OKP KAMMI bersama anggota DPRD Provinsi Bengkulu melakukan parlemen jalanan dan telah membuat berita acara kesepakatan untuk menolak kenaikan harga BBM.
“DPRD bersama KAMMI Daerah Bengkulu menolak tegas kenaikan harga BBM dan DPRD Provinsi Bengkulu langsung mengirimkan semua tuntutan dan kajian KAMMI Daerah Bengkulu ke DPR RI dan Presiden RI,” kata Ricki Pratama.
Sementara itu, Wakil ketua lll DPRD Provinsi Bengkulu Hj. Erna Sari Dewi mengungkapkan bahwa, semua tuntutan para mahasiswa akan disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Pernyataan sikap kami adalah untuk meminta pemerintah menurunkan harga BBM dan menginginkan pemerintah pusat untuk mementingkan kebutuhan rakyat,” jelas Erna Sari Dewi.
Ia juga menambahkan bahwa, kebijakan pemerintah pusat dalam menaikkan harga BBM juga dirasakan efeknya oleh anggota DPRD Provinsi Bengkulu.
“Apapun kebijakan yang berpihak kepada rakyat tentu kami akan menyetujui,” tambanya.
1. Menolak dan meminta kepada pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM.
2. Meminta pemerintah dalam waktu dekat untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok.
3. Meminta pemerintah menunda proyek strategi nasional dan mengalihkan anggaran untuk memberikan subsidi kebutuhan rakyat termasuk BMM.
4. Mengultimatum presiden Jokowi Dodo dan jajarannya apabila tidak mampu mengendalikan laju kenaikan BBM dengan landasan (TAP MPR Nomor 6 Tahun 2021 tentang etika berbangsa dan bernegara).
Diketahui, sebelumnya demo juga telah dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Provinsi Bengkulu dengan tuntutan yang sama yakni menolak kenaikan harga BBM. (JRS)



