BencoolenTimes.com – Kabupaten Seluma menjadi salah satu pemasok daging sapi ke Kota Bengkulu maupun provinsi tetangga. Hanya saja, masih ada kendala yang dihadapi para peternak, khususnya untuk Sapi Bali yang masih diancam Penyakit Sapi Jembrana.
Tercatat, sepanjang tahun 2025 lalu, setidaknya ada 253 Ekor Sapi Bali di Kabupaten Seluma terjangkit Jembrana. Hal ini menjadi salah satu perhatian Anggota DPR RI, Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkulu, Dewi Coryati yang juga merupakan dokter hewan.
‘’Kita secara kelembagaan DPR RI dan pemerintah provinsi dan Pemerintah daerah akan bersama sama ke komisi IV DPR RI untuk meminta vaksin jembrana ini dalam jumlah banyak,’’ sampai Dewi Coryati.
Ditegaskan Dewi, jika vaksin ini sendiri sangat di butuhkan saat ini dan tidak sedikit masyarakat khususnya peternak membutuhkannya. Untuk mencegah penyakit jembrana pada hewan ternak sapi bali.
Di mana ternak warga sangat mudah terjangkit jembrana dan menularnya juga sangat cepat. Sehingga inilah yang akan di fokuskan pada vaksin untuk pencegahan penyakit.
‘’Kita targetkan sudah lebaran idhul adha nanti kita sudah bisa serentak melakukan vaksinasi hewan ternak kelompok dan peternak ini,’’ sampainya, saat perayaan hari jadi Persatuan Dokter Hewan Indonesia(PDHI) di Kabupaten Seluma.
Dewi Coryati mengharapkan, dengan vaksinasi yang bersama sama akan di canangkan ini, bisa berdampak pada tahun tahun selanjutnya. Seperti petani dan kelompok tidak lagi mengalami kerugian atas sapi bali yang di pelihara mati.
Mengingat terburuknya penyakit jembrana ini mati ataupun kelompok peternak langsung menjual murah sapi mereka untuk di potong sebelum mati. ‘’Kita juga memperhatikan agar kelompok dan peternak tidak merugi terus menerus dengan penyakit sapi bali ini,’’ harap Dewi Coryati.
Dewi Coryati meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, berperan aktif untuk bersama sama menyampaikan kebutuhan vaksin tersebut.
Apakah itu vaksin PMK, Lato lato ataupun kebutuhan lainnya dalam bentuk proposal. ‘’Kita akan sama-sama nanti ke komisi IV DPR RI untuk memfasilitasi ini,’’ sampai Dewi Coryati.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Seluma, Gustianto menyebut, jika penyakit sapi bali yang terkena penyakit jembrana sudah menjadi hal yang menakutkan bagi peternak.
Penyakit ini, harus diwaspadai agar tidak terus berkembang ke sapi lainnya. Bahkan merespon secara baik upaya PDHI untuk bersama sama dalam mendapatkan vaksin jembrana ini di DPR RI.
‘’Kita akan mempersiapkan kebutuhan tersebut. Namun kita pemerintah seluma juga akan menyampaikan kebutuhan bibit bibit sapi untuk kelompok peternak,’’ sebut Wabup Gustianto.
Usulan bibit untuk peternak sapi ini, juga sangat di butuhkan, karena memang daging sapi dari seluma untuk memenuhi kebutuhan daging di luar seluma.
Namun stok bibit dan anakan sapi juga harus berlimpah pula. ‘’Usulan ini juga di perlukan agar seluma selalu surplus daging untuk memenuhi bangsa pasar,’’ imbuh Gustianto.(LRS)



