19.7 C
New York
Wednesday, June 24, 2026

Buy now

spot_img

Tidak Tepat Waktu, Dua Proyek Besar di Lebong Patut Diragukan Kwalitasnya

BencoolenTimes.com – Tidak tepat waktu, dua proyek besar di Kabupaten Lebong, patut dipertanyakan dan diragukan kwalitasnya. Jangan sampai, hasil pembangunan malah tidak dirasakan langsung oleh masyarakat Provinsi Bengkulu, serta berpotensi bisa merugikan Negara.

Untuk itulah, setelah selesai, dua proyek besar di Kabupaten Lebong tersebut harus tetap diawasi dan dipastikan kwalitasnya oleh pihak berwenangan, jangan asal terima barang saja.

Adapun dua proyek besar tersebut, yaitu hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di wilayah Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong dengan nilai pagu mencapai Rp 18.356.271.600.

Masing-masing, rekonstruksi Pengamanan Jalan Pada Provinsi Kelas 1 ruas Jalan Air Dingin-Muara Aman di Kelurahan Rimbo Pengadang dengan pagu Rp 11.009.170.000. Dengan Kontraktor pelaksana PT Kencana Pratama Konstruksi dengan tanggal kontrak 4 Juni sampai 1 Desember 2025.

Serta kegiatan Rekonstruksi Pengamanan Jalan Pada Provinsi Kelas 1 ruas Jalan Air Dingin-Muara Aman Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang dengan pagu Rp 7.347.101.600. Dengan kontrak tanggal 4 Juni sampai 1 Desember 2025 yang dikerjakan CV Artomoro.

Ketua Garbeta Provinsi Bengkulu, Dedi Mulyadi mengkritik dua proyek pembangunan pengamanan jalan di Kabupaten Lebong tersebut, karena memang tidak selesai sesuai kontrak.

‘’Keterlambatan ini pasti kurangnya pengawasan dari instansi terkait, sehingga perlu dipertanyakan nanti kwalitasnya. Ini patut dicurigai juga adanya kongkalingkong antara kontraktor, pengawas dan pptk,’’ sampai Dedi.

Dedi menyesali, apabila proyek pembangunan bencana ini kwalitasnya tidak sesuai yang ditentukan. Sebab, masyarakat wilayah tersebut dikhawatirkan tidak mendapatkan dampak positif dan berpotensi menimbulkan kerugian Negara.

‘’Selain itu, berdasarkan pantauan kita dilapangan terkait mutu dan kualitas bangunan kontruksi, secara kasat mata dan pengerjaan yang dikejar waktu yang mepet diakhir tahun 2025 kemarin, maka mutunya diragukan,’’ sebut Dedi.

Ditambahkan Dedi, mereka meminta pihak terkait benar-benar melakukan pengawasan agar pelaksanaan kegiatan benar-benar selesai dengan kwalitas yang sesuai spec, meskipun terlambat. ‘’Pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah timbulnya potensi kerugian Negara serta masyarakat tidak dapat manfaatnya,’’ imbuh Dedi.(OIL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!