Kedepankan Tabayyun, Hormati Ulama dan Jaga Keutuhan Umat

BencoolenTimes.Com, – Video ceramah Ustadz Junaidi Hamzah (UJH) viral. Bahkan, Ketua Alwasliyah Bengkulu, Sasriponi Roggolawe mempermasalahkan video yang dipotong tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Agustam Rachman selaku kuasa hukum Helmi-Muslihan meminta agar video tersebut tak begitu dipermasalahkan. 

“Untuk menghindari salah persepsi dalam masyarakat maka kami telah mendatangi langsung UJH di kediamannya untuk melakukan klarifikasi (tabayyun) menyangkut video ceramah tersebut,” kata Agustam, Sabtu (14/11).

Sebenarnya, ia memaparkan, ceramah UJH itu durasinya lebih dari 1 jam. Urutan ceramah tersebut diawali mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya.

Lalu, dilanjutkan oleh UJH menjelaskan  bahwa saat ini sedang masa Pilkada sebagai contoh di Bengkulu Utara ada Mian-Arie melawan Kolom Kosong. Untuk Calon Gubernur ada 3. Nomor 1 adalah Helmi-Muslihan.

Setelah itu, UJH menyampaikan kalimat : “Kedua, marilah kita kirimkan  sholawat dan salam kepada nabi Muhammad SAW.”

Jadi, jelas Agustam, kata ‘kedua’ berupa ajakan untuk mengirimkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad tersebut adalah lanjutan atau sambungan dari kata ‘Pertama’ yang mengajak jemaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT diatas.

“Ustadz UJH tidak menggunakan kata nomor 2 tapi menggunakan kata kedua,” sambungnya.

Dari penjelasan tadi, Agustam mengatakan, jelas dan terang bahwa kata ‘kedua’ bukanlah kelanjutan atau sambungan dari kalimat ‘nomor 1 Helmi-Muslihan’.

“Berdasarkan klarifikasi itu maka kami meminta kepada publik khususnya saudara kami seiman Sasriponi Ronggolawe sekaligus kawan seperjuangan kami sebagai aktifis mahasiswa 98 untuk melakukan tabayyun terlebih dahulu terhadap UJH. Hal ini demi kesatuan dan keutuhan umat,” ungkap Agustam.

UJH, menurut Agustam, adalah sosok yang sederhana dan hidupnya didarmabaktikan untuk umat. Didalam diri beliau mengalir darah Nahdatul Ulama dan sangat tidak mungkin beliau akan melecehkan kalimat sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kita jangan mau dipecah belah oleh isu yang sengaja diciptakan oleh oknum-oknum yang ingin umat terpecah-belah dan merusak ukhuwah para ulama,” pungkasnya.(bro)