BencoolenTimes.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menggelar Penerangan Hukum dengan tema Sosialisasi Jaga Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), Mendorong Tata Kelola yang Bersih, Aman, dan Akuntabel bertempat di Aula Sasana Bina Karya Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Jumat, 18 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu Anton Delianto, SH MH, Asisten Intelijen, para Koordinator, para Kepala Seksi, para Jaksa Fungsional di lingkungan Kejaksaan Tinggi Bengkulu, para Kepala Seksi Intelijen sewilayah Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Bengkulu, serta Koordinator Wilayah (Korwil) BGN se-Wilayah Bengkulu.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu Anton Delianto memberikan pengarahan mengenai sinergitas tugas dan fungsi pengawasan dalam mendukung efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengarahan Kajati mengangkat konsep “RADAR-MBG”, yakni Transformasi Deteksi Dini Guna Efektivitas Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Kolaborasi Lintas Sektor, dengan penekanan pada upaya deteksi lebih dini terhadap potensi permasalahan, respons yang tepat, serta penguatan kolaborasi dalam pelaksanaan dan pengawasan program.
Sebagai bagian dari penguatan monitoring, dalam kegiatan itu diperkenalkan Dashboard “Jaga Dapur MBG” yang memuat visualisasi data laporan masuk, status investigasi, indeks kepuasan, serta Early Warning System (EWS) untuk memberikan notifikasi terhadap wilayah yang memiliki potensi risiko. Sistem tersebut juga dilengkapi fitur pengaduan dan apresiasi masyarakat serta resolution rate untuk mendukung pemantauan penyelesaian laporan masyarakat.
Melalui kegiatan Penerangan Hukum dan Sosialisasi “Jaga Dapur MBG”, Kejati Bengkulu mendorong penguatan sinergi antara jajaran Kejaksaan, BGN, ABPEDNAS, dan pemangku kepentingan terkait dalam mendukung pelaksanaan Program MBG.
”Penguatan deteksi dini, monitoring, pengawasan, serta tindak lanjut pengaduan diharapkan dapat mendukung tata kelola program yang bersih, aman, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan semangat Deteksi Lebih Dini, Respons Lebih Tepat, Pembangunan Lebih Terlindungi,” tegas Kajati Bengkulu. (JUL/RLS)





