BencoolenTimes.com – Pasca dilantik Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran terhadap jajaran Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri.
Pasca dilantik Presiden Prabowo, Kapolri langsung melakukan rotasi besar-besaran yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Total terdapat 88 Pati dan Pamen yang mengalami mutasi, terdiri dari 78 perwira berpangkat jenderal dan 10 perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes).
Dari jumlah tersebut, 70 personel mendapat promosi atau menempati jabatan baru. Mutasi juga mencakup 14 jabatan pejabat utama Mabes Polri dan 19 posisi Kapolda di berbagai wilayah Indonesia.
Sejumlah jabatan strategis Mabes Polri ikut berganti, diantaranya Komjen Pol Asep Edi Suheri ditunjuk sebagai Irwasum Polri, Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti menjadi Kabaintelkam Polri, dan Irjen Pol Asep Safrudin dipercaya sebagai Kabareskrim Polri.
Kemudian, Irjen Pol Hery Herjawan mendapat amanah sebagai Kabaharkam Polri, Irjen Pol Rudi Darmoko sebagai Kalemdiklat Polri, serta Irjen Pol Andik Setiyono sebagai Astamarena Kapolri.
Mutasi juga menyentuh sejumlah Kapolda. Di antaranya Irjen Pol Dadang Hartanto menjadi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Arman Achdiat menjadi Kapolda Riau, Irjen Pol Hengki menjadi Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menjadi Kapolda Jawa Timur, serta Brigjen Pol Rony Samtana menjadi Kapolda Sumatera Selatan.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
‘’Para pejabat yang mendapat penugasan baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan melanjutkan tugas yang telah berjalan,’’ harap Kadiv Humas.(OIL)





