
“Saat ini kita baru 4 saja mendapatkan Pratama dan ini kan rangking dasar, Kota Bengkulu, Kepahiang, Rejang Lebong dan Seluma, kita berharap 4 ini menjadi Madya dan yang belum ini ada 6 Kabupaten menjadi Pratama,” jelas Hamka Sabri.
Terkait giat Penguatan Gugus Tugas kabupaten/kota Layak Anak Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan acara rutin yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP-PA). Dimana dari kegiatan tersebut, kementerian dapat melihat sejauh mana daerah bisa melaksanakan amanat Undang-Undang yaitu menjadikan kota dan kabupaten yng layak anak.
“Jadi bukan ukuran kalau mendapatkan tingkatan Pratama, Madya, kemudian Utama, itu kan bonusnya. Sebenarnya itu untuk sejauh mana daerah itu melaksanakan amanat undang-undang,” tutup Hamka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani Wati menjelaskan, bahwa kegiatan ini bentuk verifikasi dalam menghadapi evaluasi KLA tingkat provinsi.
Dalam kesempatan ini, juga menghadirkan narasumber dari Kemen PP-PA untuk menjelaskan indikator-indikator yang harus di penuhi oleh kabupaten/kota sehingga bisa mendapatkan penghargaan KLA.

“Kita di Provinsi Bengkulu untuk tahun ini mendapatkan tugas melakukan verifikasi administrasi. Secara administrasi kabupaten/kota akan menyampaikan bahan data terkait indikator-indikator KLA dan provinsi yang akan melakukan verifikasinya,” jelas Foritha. (rls/JRS)



