16.3 C
New York
Monday, May 25, 2026

Buy now

spot_img

Penyakit Sapi Ngorok Meningkat di Bengkulu Peternak Dihimbau Tak Panik

BencoolenTimes.com – Kasus Septicaemia epizootica (penyakit sapi ngorok) semakin meningkat di wilayah Bengkulu sehingga menyebabkan kematian sapi ikut bertambah.

Dalam dua bulan terakhir, khususnya di Kabupaten Kaur dan Bengkulu Selatan menimbulkan kekhawatiran para peternak yang buru-buru menjual ternaknya agar tidak mengalami kerugian apabila ternaknya mati.

Menyikapi kondisi yang ada, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bengkulu mengimbau kepada para peternak untuk tidak panik, mengingat penyakit ini dapat diobati.

Ketua PDHI Cabang Bengkulu, drh. Yeni Misra mengatakan, penyakit sapi ngorok merupakan penyakit endemik Bengkulu. Walaupun penyebarannya cepat, penyakit ini bisa disembuhkan dan resiko kematiannya bisa ditekan bila dilakukan pengobatan segera secara tepat.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Apresiasi Polda Bengkulu Bedah 80 Rumah Tak Layak Huni

”Jadi para peternak tidak perlu panik menjual ternaknya, tapi melakukan pengobatan dengan memberikan vaksin dan pengobatan pada sapi atau kerbau yang sakit,” imbau Yeni.

”Pemilik ternak tidak perlu panik berlebihan karena penyakit ngorok ini, karena penyakit ini diakibatkan bakteri yang bisa diobati. Kalau pengobatannya tepat penanganannya, maka kesembuhannya akan tinggi. Jadi, para peternak tidak usah panik,” sambung Yeni.

Dilanjutkan Yeni, penyebaran penyakit ini sangat cepat karena sifatnya yang sangat menular. Sehingga jika ada satu ternak yang menunjukkan adanya gejala terjangkit penyakit ngorok, maka seluruh ternak dalam kandang atau penggembalaan harus dilakukan vaksinasi dan pengobatan untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit.

Baca Juga  Forkopimda Provinsi Bengkulu Sambut Kapolda Baru

”Kalau satu ternak terkena dan langsung diobati (divaksin) seluruh ternak di kandang itu, maka yang lainnya tidak akan menunjukkan gejala positif. Walaupun mungkin ditubuhnya ada terkandung bakteri,” lanjut Yeni.

Ditambahkan Yeni, PDHI Cabang Bengkulu saat ini juga turut mengoptimalkan penanganan  penyakit sapi ngorok ini dengan berkoordinasi kepada pihak dinas dan petugas di wilayah tertular.

Lebih jauh, Yeni mengungkapkan, optimalisasi edukasi dan sosialisasi juga terus dilakukan. Termasuk mengimbau kepada masyarakat agar mendapatkan vaksin dan pengobatan bagi ternak mereka secara gratis dengan mendatangi Pusat Kesehatan Hewan atau dinas pada hari dan jam kerja.

Baca Juga  Perkuat Komitmen Anti Pungli dan Gratifikasi, Sekda Bengkulu Minta ASN Dinkes Jaga Integritas

”Kalau sapi yang dimiliki ada indikasi tertular penyakit sapi ngorok, peternak bisa meminta pengobatan dan vaksin di dinas atau puskeswan di daerah masing-masing. Vaksin bisa diakses gratis pada hari dan jam kerja, kalau diluar itu bayar,” imbuh Yeni.(JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!